Wakil Rektor M Ihsan Dacholfany Resmi Terima SK Guru Besar, UM Metro Perkuat Daya Saing Akademik

Palembang – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menorehkan capaian akademik strategis dengan diterimanya Surat Keputusan (SK) Jabatan Akademik Guru Besar oleh Prof. Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, M.Ed. dari Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Si., di Ruang Sidang B LLDIKTI Wilayah II, Selasa (10/2/2026).

Penyerahan SK tersebut menjadi momentum penting bagi UM Metro dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mendorong peningkatan reputasi akademik di tingkat nasional. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi di Lampung yang tengah mengikuti agenda Forum Pimpinan AIK PTMA, di mana Muhammad Ihsan Dacholfany juga mengemban amanah sebagai ketua forum tersebut.

Dalam sambutannya, Prof. Iskhaq Iskandar menegaskan bahwa jabatan Guru Besar bukan sekadar gelar akademik, melainkan amanah yang harus dijaga dengan integritas dan tanggung jawab moral.

“Semua mata tertuju kepada Guru Besar. Jabatan ini adalah amanah. Jaga integritas, jangan sampai terjangkit sindrom toga,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Guru Besar harus menjadi mentor bagi dosen muda, motor penggerak institusi, serta aktif berkontribusi di kampus dan masyarakat.

Dalam refleksinya saat menerima SK Guru Besar, Muhammad Ihsan Dacholfany yang didampingi Wakil Rektor I Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., menyampaikan bahwa gelar Guru Besar bukan tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Yang paling penting bukan panggilan profesor, tetapi bagaimana kita memberikan dampak bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, termasuk kampus dan lingkungan bahkan bangsa,” ujarnya.

Di hadapan Kepala LLDIKTI Wilayah II dan para penerima SK lainnya, ia juga menyampaikan secara terbuka bahwa dirinya kurang berkenan apabila harus dipanggil “Profesor” dalam keseharian, terlebih di luar konteks akademik maupun dalam lingkungan sosial. Ia berharap tetap dipanggil secara sederhana dan akrab sebagaimana biasa — seperti mas, pak, cak, kak, bapak, abang, kanda, ayah, atau abi bahkan ada yang memanggilnya pak abi — sebagai wujud kedekatan dan kesahajaan dalam berinteraksi. Sikap tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan yang rendah hati sekaligus menegaskan bahwa substansi pengabdian jauh lebih penting daripada simbol gelar akademik.

Ia menekankan pentingnya kontribusi akademik yang bermakna, mulai dari publikasi ilmiah, penguatan kompetensi dosen, hingga pengembangan program studi dan institusi. Prof. Ihsan juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan LLDIKTI Wilayah II serta komitmen UM Metro dalam penguatan jabatan akademik dosen.

Penguatan Program Doktor dan Reputasi UM Metro

Pencapaian ini menjadi bagian dari langkah strategis UM Metro dalam memperkuat daya saing institusi, termasuk mendorong pengembangan Program Doktor (S3) serta peningkatan publikasi ilmiah bereputasi. Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menyatakan bahwa semakin tinggi jabatan akademik seseorang, semakin besar tanggung jawabnya untuk memberi manfaat bagi institusi, mahasiswa, masyarakat, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dengan bertambahnya Guru Besar, UM Metro semakin memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berintegritas, dan berdampak dalam pengembangan pendidikan tinggi di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah II.