Wakil Rektor 2 UM Metro Suyanto Jelaskan Ekonomi di Lampung dalam Fase Adaptasi Kebiasaan Baru

LamanOpini – Pandemi Covid-19 sejak penyebarannya hingga kini telah mengguncang berbagai sektor kehidupan masyarakat meski belakangan terdengar ada pertumbuhan di sektor ekonomi.

Berbagai negara, termasuk Indonesia mengalami ketidakstabilan ekonomi akibat krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

Pada rentang 10-31 Juli 2020, LIPI mengadakan survei terhadap ekonomi rumah tangga, dengan melibatkan responden berstatus Rumah Tangga Pekerja yaitu, 79,7 persen dan selebihnya pada Rumah Tangga Usaha dengan komposisi 20,3 persen dari 32 provinsi.

Hasilnya, mendapati pelambatan secara signifikan terhadap konsumsi rumah tangga yang akibatnya mempengaruhi kinerja industri, usaha mikro, kecil dan menengah.

Penurunan ekonomi rumah tangga itu diantaranya disebabkan oleh adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pengurangan gaji dan menurunnya laba para pelaku usaha. Selain itu, faktor lainnya adalah akibat adanya batasan mobilitas masyarakat.

Memang kita melihat sejak adanya pandemi Covid-19, para pelaku usaha di sekitar terlihat sepi pengunjung, bahkan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya harus gulung tikar.

Pemerintah coba mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memulihkan perekonomian. Namun hingga pada kuartal IV-2020, berbagai survai menyebut ekonomi nasional masih akan mengalami konstraksi.

Seperti dilansir kontan.co.id, Badan Pusat Statistis (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 sebesar 2,97%, kuartal II-2020, minus 5,32% year on year (yoy), dan kuartal III-2020 yakni minus 3,49% yoy. Sementara, outlook pemerintah ekonomi di sepanjang 2020 diharapkan bisa mencapai minus 1,7% hingga minus 0,6%.

Artinya, pemerintah harus menggenjot pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2020 sebesar 4,14% yoy agar setidaknya sampai dibatas bawah prediksi pemerintah. Namun, sepertinya proyeksi pemerintah akan meleset.

Sementara di Lampung, dalam fase adaptasi kebiasaan baru kita melihat mobilitas masyarakat kembali meningkat. Lokasi-lokasi pusat perbelanjaan, pasar bahan makanan, warung-warung UMKM, dan objek pariwisata, menunjukan tren peningkatan pengunjung. Ini bisa kita asumsikan bahwa roda perekonomian di Lampung mulai membaik akibat meningkatnya aktivitas konsumsi dari masyarakat Lampung.

Selain meningkatnya permintaan konsumsi dari masyarak Lampung, Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung pada 1 Desember 2020 menyebut ada peningkatan nilai ekspor Provinsi Lampung pada Oktober 2020 yang mencapai US$298,50 juta, mengalami peningkatan sebesar US$14,64 juta atau naik 5,16 persen dibanding ekspor September 2020 yang tercatat US$283,86 juta. Nilai ekspor Oktober 2020 ini jika dibandingkan dengan Oktober 2019 yang tercatat US$249,09 juta, mengalami peningkatan sebesar US$49,41 juta atau naik 19,84 persen.

Komoditas atau barang utama yang mengalami peningkatan ekspor tersebut adalah lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; olahan dari buah-buahan/sayuran; batu bara; ampas/sisa industri makanan; bubur kayu/pulp; daging dan ikan olahan; karet dan barang dari karet; ikan dan udang; serta gula dan kembang gula.

Demikian juga dengan nilai impor, beberapa bahan utama seperti ampas/sisa industri makanan naik 7,83 persen; biji-bijian berminyak naik 1.376,51 persen; berbagai barang logam dasar naik 47,26 persen; serta gandum-ganduman naik 1.525,62 persen.

Namun apalah artinya pertumbuhan ekonomi meningkat, bila di sisi lain laju penularan Covid-19 di Lampung masih terus bertambah. Tercatat hingga Kamis, 10/12/2020 kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 4586 orang dengan 65 orang terkonfirmasi baru.

Hal ini tentu harus ditanggulangi secara bersama. Pemerintah atau dinas terkait melalui kebijakannya harus kita dorong untuk terus merealisasikan program pencegahan penularan Covid-19.

Dan yang tidak kalah penting perannya adalah kita sebagai masyarakat umum tentu harus tetap mematuhi protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru. Menerapkan pola hidup sehat dan minimal saat beraktivitas di luar rumah kita mengingat dan menerapkan pola 3 M, sebagaimana dianjurkan pemerintah, yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan.

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Wakil Rektor 2 UM Metro Suyanto Jelaskan Ekonomi di Lampung dalam Fase Adaptasi Kebiasaan Baru, https://lampung.tribunnews.com/2020/12/11/wakil-rektor-2-um-metro-suyanto-jelaskan-ekonomi-di-lampung-dalam-fase-adaptasi-kebiasaan-baru.
Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung