Virus Corona dan Kejenuhan Publik
- 22 Desember 2020
- Posted by: Humas UM Metro
- Categories: Laman Opini, Uncategorized @id
Laman Opini UM Metro –Virus Covid 19 atau yang biasa disebut di masyarakat dengan istilah Virus Corona masih akan terus menjadi berbincangan yang menarik di Negara-negara dunia saat ini. Hal ini dipengaruhi dengan belum ditemukanya penangkal untuk melawan virus itu meskipun pengembangan vaksin terus dilakukan. Selain itu, trend penambahan jumlah orang yang terinfeksi virus corona yang signifikan juga menjadi salah satu perlunya perhatian khusus terhadap masalah ini. Bak angin topan yang terus bergerak ke seluruh penjuru dunia dengan kekuatannya, menjadi ancaman dan kekawatiran penduduk dunia saat ini akan bahaya ancaman itu. Serta dampak lain yang semakin luas di segala bidangpun dirasakan oleh masyarakat dunia hingga saat ini, tak terkecuali Negara Indonesia.
Sampai kapan? Pertanyaan ini yang selalu dimunculkan oleh publik di benaknya. Pertanyaan ini akan sulit dijawab karena memang sampai saat ini masih berada dalam kondisi ketidakpastian meskipun penelitian-penelitian untuk mencari penangkal virus corona sudah dilakukan. Spekulasi-spekulasipun beterbangan di dunia maya dengan asumsi-asumsi kapan berakhirnya pandemi ini untuk memberikan ketenangan publik dalam menghadapi virus corona yang terus meluas.
Tanggapan Publik
Menanggapi adanya virus corona, tidak semua masyarakat menanggapi dengan cara yang sama yaitu dengan bersama-sama tertib dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Banyak juga masyarakat yang abai dengan hal itu meskipun membahayakan dirinya, bahkan orang lain disekitarnya. Bisa jadi aktivitas mereka saat ini merupakan efek kejenuhan publik terhadap virus corona yang tak kunjung usai meskipun penanggulangan oleh pemerintah tetap terus dilakukan. Namun yang perlu kita ketahui bahwa perlu adanya kebersamaan dan persamaan persepsi terkait dengan bagaimana menanggulangi virus corona agar segera usai.
Di sisi lain, semakin bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi virus ini, bahkan di Indonesia hingga mencapai angka 650 ribu lebih dengan tingkat kesembuhan mencapai 80% dan angka kematian juga masih cukup tinggi, sebaiknya tetap mejadi perhatian kita semua bahwa di Negara kita masih dalam kondisi yang waspada terhadap pandemi virus ini. Perhatian ini terutama di kalangan orang yang berusia lanjut karena rentan sekali terkena virus ini, tanpa mengesampingkan anak-anak dan remaja yang tidak menutup kemungkinan dapat berdampak buruk ketika terkena virus ini.
Tanggapan masyarakat lainnya juga dapat tergambar dari masih banyak ditemukanya kerumunan masa di tempat-tempat publik saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum sadar atau acuh akan bahayanya virus ini jika menginfeksi manusia. Bahkan banyak juga dijumpai masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan pada saat berada di kerumunan itu, seolah-olah sudah merasa kebal dan aman dari serangan virus korona. Bisa jadi anggapan publik yang terjadi adalah sudah merasa jenuh dengan kondisi saat ini sehingga bukan berarti belum sadar, akan tetapi sudah acuh karena jenuh dengan pandemi virus corona yang belum usai hingga saat ini.
Tanggapan publik terkait dengan virus corona perlu terus adanya pendampingan pihak terkait agar masyarakat dapat menyikapi kondisi seperti ini dengan bijaksana. Ditunjang dengan adanya kebijakan new normal yang digulirkan oleh pemerintah, juga menjadi perhatian khusus karena kenyataannya banyak prilaku masyarakat yang belum sesuai dengan apa yang diharapkan dari kebijakan new normal itu sendiri.
New normal sendiri merupakan harapan baru bagi masyarakat untuk mengatasi kejenuhan. Konsep new normal adalah bagaimana masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa namun dengan pola dan kebiasan baru, yaitu menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan juga membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Realitanya banyak juga masyarakat yang menganggap new normal itu adalah telah kembali normalnya untuk beraktivitas seperti biasa (sesuai dengan kemampuan pemahaman masing-masing). Padahal tidak seperti itu, pencegahan akan lebih baik dari pada mengobati dan hal ini seharusnya terus dilakukan.
Diakhir tulisan ini, penulis ingin menyampaikan bahwa publik sebenarnya merasa jenuh dengan adanya virus corona ini, meskipun new normal menjadi obat kejenuhan itu akan tetapi kita harus tetap terus waspada dan disiplin diri untuk selalu menjalankan pola hidup sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tetap terus ikut serta dalam berpartisipasi dalam menanggulangi virus ini. Karena pada kenyataanya virus ini belum dapat ditanggulangi dan masih memakan banyak korban jiwa hingga saat ini. Jangan malah sebaliknya, memunculkan kesombongan diri seolah-olah kebal terhadap virus ini yang pada akhirnya akan membawa keburukan dan kerugian bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Mari sama-sama kita berdoa agar pandemi virus corona ini segera berlalu dan kita dapat kembali beraktivitas normal seperti biasa.
Penulis: Bobi Hidayat,M.Pd. – Dosen FKIP UM Metro