Unit Publikasi Ilmiah Dorong Editor Jurnal Prodi dan Mahasiswa Terakreditasi
- 23 Desember 2020
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Unit Publikasi Ilmiah Universitas Muhammadiyah Metro gelar workshop editor menuju jurnal terakreditasi, bertempat di aula Gedung HI Kampus I UM Metro, Rabu (23/12/2020).
Kepala Unit Publikasi Ilmiah Swaditya Rizki, M.Sc. menerangkan, pengelolaan jurnal harus dimaksimalkan, mengingat hal ini berpengaruh pada web ranking UM Metro dan prodi masing-masing.
“Pengelolaan jurnal ini banyak manfaatnya, selain untuk memfasilitasi publikasi mahasiswa dan dosen, juga dapat meningkatkan ranking web UM Metro melalui backlinknya. Sejauh ini backlink UM Metro ini banyak diakses melalui kunjungan di jurnal-jurnal,” ujarnya. (https://urbanfeatconstruction.com/)
Menurutnya, ada dua tujuan dalam workshop ini yakni peningkatan akreditasi jurnal dan pembekalan bagi editor jurnal mahasiswa.
“Tujuan workshop ini ada dua, yang pertama untuk meningkatkan akreditasi jurnal khususnya yang terindeks sinta, dari Sinta 3 terus naik ke sinta 2 misalnya, dari sinta 6 ke sinta 4 atau sinta 3,” jelas Rizki.
Lalu yang kedua, sambungnya untuk memberi pembekalan bagi pengelola baru untuk jurnal mahasiswa. “Karena ini baru, maka perlu dilakukan pembekalan, supaya ke depan mahasiswa di prodi masing-masing aktif publikasi di jurnal tersebut. Harapan kita semua aktif, dan kepentingannya untuk prodi sendiri juga,” sambungnya.
Sementara itu Rektor UM Metro Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd. menambahkan kegiatan workshop ini sesuai dengan program LLDikti Wilayah II.
“Kegiatan ini sejalan dengan arahan kepala LLDIKTI Wilayah II yang baru. Publikasi jurnal merupakan langkah yang harus dijalani untuk meningkatkan Jenjang Jabatan Akademik masing-masing dosen,” kata Jazim.
Selain itu, rektor kampus terbaik ini menegaskan, pengelolaan jurnal mahasiswa harus diprioritaskan.
“Karena luaran mahasiswa berupa artikel, jurnal mahasiswa harus dikelola dengan baik. Mudah-mudahan melalui kegiatan hari ini, setiap prodi punya jurnal yang terakreditasi,” tukas Jazim. (Bungs/Hum)