UM Metro Menuju PTM yang Unggul, Berdaya Saing dan Berkemajuan Bersama Prof. H. Lincolin Asyad, M.Sc., Ph.D.
- 15 Juni 2017
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
.jpg)
UM Metro – UM Metro menuju PTM yang unggul, berdaya saing dan berkemajuan bersama Prof. H. Lincolin Asyad, M.Sc., Ph.D. dalam shilahturrahimnya yang ketiga kali di salah satu Perguruan Tinggi Muhamamdiyah terbaik di Lampung UM Metro, Kamis (15/6/17).
Prof. H. Lincolin Asyad, M.Sc., Ph.D. mengutarakan kegembiraannya atas shilahturrahim yang berlangsung antara UM Metro dan dia sebagai ketua Majelis Diktilitbang di awal sambutannya.
“Saya sangat gembira atas silahturahim ini. Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga bangga kepada PTM di lampung yakni UM Metro yang merupakan PTM yang terus berkembang,” terang guru besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada tersebut.
Menurutnya sebuah PTM memiliki banyak sekali fungsi yang tidak hanya sebagai tempat media belajar, namun sebagai media dakwah dan media persyarikatan. Selain itu ia menyampaikan bahwa PTM tugasnya tidak hanya mengejar kesejahteraan namun yang paling utama juga mensejahterakan.
“Karena kita sedang menuju PTM yang unggul, berdaya saing dan berkemajuan. PTM yang berkemajuan harus mempersiapkan outcome dan impact yang berkualitas tidak hanya outputnya saja,” tegas peraih Ph.D. dari Australia tersebut.
Lebih lanjut ia memaparkan bahwa untuk meraih keunggulan dalam berbagai bidang di PT, sebuah PTM harus memiliki empat persediaan yang pertama adalah SDM yang mencakup pimpinan PTM, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan BPH.
“Kuncinya adalah PTM yang unggul tidak hanya rektornya dan dosennya saja yang pintar, namun semua aspek yang terlibat dalam PTM tersebut harus pintar juga. Hal ini akan berefek pada kualitas kerja yang hendak dicapai,” sambungnya.
Sementara tiga persediaan lainnya untuk mencapai keunggulan ialah tata kelola yang baik di bidang akademik maupun non-akademik (keuangan dan SDM), memiliki sarana dan prasarana dan sumberdaya keuangan dan jejaring.
Disamping itu, ketua Majelis Pendidikan Tinggi & Litbang PPM ini melanjutkan PTM yang berdaya saing dapat dikategorikan kedalam dua titik fokus. Dimana kedua fokus tersebut adalah kunci bagi perguruan tinggi agar tidak tertinggal dengan perguruan tinggi lain. (Clonazepam)
“PTM yang berdaya saing harus memiliki distingsi (distintive) dan ke-khas-an di bidang keilmuwan tertentu dibandingkan dengan Perguruan Tinggi yang lain dilingkungannya baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Selain itu, penambahan syarat kelulusan juga penting misalnya harus memiliki kemampuan berbahasa atau pengembangan dan penguasaan softskills tertentu,” paparnya.
Beliau menyampaikan beberapa contoh PTM yang mulai berfokus pada ke-khas-an Perguruan Tinggi seperti UM Gorontalo yang berfokus pada basis kesehatan. Jika ada prodi akuntansi di PTM tersebut mereka akan membuat prodi akuntansi kesehatan. Jika terdapat prodi hukum mereka menjadikannya prodi hukum kesehatan. Itulah yang menjadi ciri khas UM Gorontalo dalam bersaing dengan PT lainnya. (https://www.gridironstuds.com/)
“Begitu juga dengan UM Metro jika ingin terus berkembang harus mempunyai ciri khas apalagi posisi UM Metro berada di tingkat kabupaten kota. Jika tidak punya ciri khas maka akan tertinggal dengan kampus yang berada di provinsi,” candanya.
.jpg)
Sedangkan titik fokus yang kedua menurutnya adalah pentingnya pengembangan center of excellence. Sebuah PTM akan menjadi perhatian masyarakat manakala ia mempunyai produk unggulan didalamnya.
“Kita harus mempunyai satu titik pusat atau andalan di PTM kita. Sebagaimana UMY siap mengembangkan Politik Internasional sebagai prodi andalan mereka, UM Solo siap mengembangkan Center of Enginering, UAD siap mengembangkan ilmu-ilmu dasar, UM Malang siap mengembangkan ilmu Kesehatan. Sehingga orang-orang yang ingin belajar yang ada hubungannya dengan PTM kita akan cenderung memilih PTM kita karena kita punya nilai yang lebih di dalamnya,” pungkasnya. (Al-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.