UM Metro, Bank Permata, dan Dompet Dhuafa Kembangkan Program Kantin Kontainer untuk Pemberdayaan Ekonomi Mahasiswa

UM Metro – Universitas Muhammadiyah Metro menggelar acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Bank Permata dan Dompet Dhuafa, Kamis (20/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di kampus UM Metro ini menjadi kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dan sekaligus membuka babak baru dalam sinergi program pemberdayaan mahasiswa serta penguatan kompetensi sumber daya manusia.

Rektor Universitas Muhammadiyah Metro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kolaborasi tiga lembaga tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas mahasiswa.

“Saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya penandatanganan MoU dan MoA ini. Pertemuan hari ini adalah lanjutan dari komunikasi sebelumnya, dan alhamdulillah dapat kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya melalui program vokasi dan kewirausahaan, merupakan salah satu fokus utama UM Metro. Pusat Karier dan PInkubator Bisnis menjadi garda depan dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan siap kerja serta mendorong terciptanya peluang usaha baru.

“Kami berharap kerja sama ini dapat membantu mahasiswa memiliki kemandirian, kemampuan kewirausahaan, dan akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Rektor berharap proses implementasi dapat segera berjalan dan berdampak nyata bagi mahasiswa.

“Mudah-mudahan setelah MoU dan MoA ini, program-program yang direncanakan bisa langsung direalisasikan. Kita siapkan unit-unit yang memiliki potensi agar kerja sama ini memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutupnya.

Bank Permata Siap Perkuat Kolaborasi dengan UM Metro melalui Edukasi Finansial dan Pengembangan Sistem Pembayaran

Perwakilan Bank Permata, Kwa Chin Seng selaku Executive Branch Coordinator Sumatera Bagian Selatan (SumBagSel), menyampaikan komitmennya untuk mempererat hubungan kemitraan dengan Universitas Muhammadiyah Metro.

Ia menegaskan bahwa Bank Permata selama ini telah aktif bekerja sama dengan berbagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Momentum kerja sama dengan UM Metro menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih erat.

“Kerja sama hari ini menjadi pintu gerbang pertama bagi kita untuk memperluas kolaborasi ke depan. Tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih luas,” ujarnya.

Kwa Chin Seng menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan ekonomi dan kesempatan berusaha bagi seluruh lapisan masyarakat sebagai salah satu fondasi kemajuan bangsa. Ia sejalan dengan pandangan Rektor UM Metro bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya generasi kreatif dan mandiri.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Bank Permata siap mendukung UM Metro melalui program literasi finansial dan sistem layanan pembayaran modern. Hal ini sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta seluruh lembaga perbankan untuk aktif memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.

“Kami siap memberikan edukasi mengenai literasi finansial, termasuk pengembangan cash payment system. Jika Muhammadiyah membutuhkan layanan atau dukungan finansial tertentu, pintu kami selalu terbuka,” jelasnya.

Kantin Kontainer: Bukti Dana Zakat Mampu Mentransformasi Mahasiswa

General Manager Penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa, Ahmad Faqih Syarafaddin, menyampaikan komitmen kuat lembaganya dalam mendukung pemberdayaan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro melalui program-program berbasis dana zakat.

Ahmad Faqih menekankan bahwa mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang sangat relevan untuk diberdayakan melalui dana zakat. Banyak mahasiswa perantau, kata dia, menghadapi tantangan ekonomi yang dapat memengaruhi kelanjutan studi mereka.

Melalui program Kantin Kontainer, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan solusi ekonomi berkelanjutan.

“Program ini memiliki dua tujuan besar: membentuk perubahan perilaku menjadi lebih produktif dan menghadirkan dampak finansial langsung. Mahasiswa belajar mengelola keuangan, berwirausaha, dan menghasilkan pendapatan yang bisa membantu kebutuhan seperti UKT, kontrakan, atau makan sehari-hari,” jelasnya.

Ia mencatat bahwa program ini memiliki skema regenerasi. Lima mahasiswa pengelola tidak akan selamanya berada di posisi tersebut, tetapi akan digantikan oleh adik tingkat menjelang kelulusan. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh banyak mahasiswa. (Nas/Humas)