Tren Keberagaman Masyarakat Indonesia Kontemporer Dalam Kacamata 3 Profesor Muhammadiyah
- 7 Juni 2017
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
.jpg)
Prof. Dr. Abdurrahman Azyumardi, MA., CBE. : Tren Keberagaman Masyarakat Indonesia Kontemporer (Perspektif Pemikiran dan Aliran)
Jika melihat Organisasi Islam Besar di Indonesia Muhammadiyah dan NU adalah yang memiliki Pemikiran dan aliran berbeda. Jika pemikiran Muhammadiyah Lebih mengedepankan Islam berkemajuan. Kemudian, jika Nadhatul Ulama sebagai Islam Nusantara maka ini yang dinamakan Tren Keberagamaan Masyarakat Indonesia Kontemporer, itulah yang dinamakan Kovergensi Budaya.
Untuk memperkuat argumen saya, di Indonesia ini ada seketarian yang memiliki kecenderungan perbedaan-perbedaan kelompok – kelompok tertentu. Namun tidak pernah ada perang, saling memecah belah, baik dari kalangan Islam maupun Non Muslim tidak ada. Berbeda dengan Negara Moskow yang disana ada Islam, Katolik, Kristen, tetai sering terjadi Konflik antar agama Islam dengan Katolik, Katolik dengan kristen dan Islam.
Ada 2 ordotok Islam Washatiyyah Indonesia, yaitu:
1. Asariah jabariah
Ini adalah jalan tengah dari ideologi takfiri (Keras).
2. Secara fiqh madzhab syafi'i
Tasawuf, Ada tasawuf modern dan tasawuf akhlaqi akmali. Sebetulnya ini berasal dari Al-Ghazali. Nah ini beda sistem ortodiksi Indonesia dengan Saudi. Jika Saudi menggunakan mazhab Hambali. Namun perbedaan disini tidak sama sekali akan mengakibatkan Konflik. Didalam tradisi kita sudah biasa menyalami saudara setelah shalat, namun ketika itu berbeda madzab akan berpengaruh. Namun pada beberapa paham madzhab tertentu menjadi isu (konflik).
Ada beberapa yang menjadi anggapan gerakan mainstream Salfiyah-Wahabi yang berorientasi pada zaman kenabian mekah – madinah dengan keadaan Hijas. Katakanlah pada saat itu yang megah adalah Ka'bah. Salafiyah – wahabi ini dari kalangan Masyarakat sederhana. Ada beberapa di daerah kalimantan sedang melaksankan Maulid Nabi dibubarkan oleh 5 orang yang berasal dari Arab yang menetap di daerah sana. Saya katakan Islam itu di uji saat arus dunia mengalami kemajuan, keberpindahan menjadi Modern itulah saat nya Islam di Uji.
Indonesia itu adalah salah satu Negara Penduduk Mayoritas Muslim. Dengan Jumlah besar dan paling aman. Kita lihat maroko hingga dataran atlantik. Rawan konflik. Bulan april kemarin Indonesia Menjadi pendapatan Negara 1 triliun pertahun. Tapi satu hal jika ini terus dijaga keberagamannya, karena menjadi lintas antar dunia dari negara lain. Satu hal tentang Umat Islam keseluruhan harus menjaga Indonesia. Jika ada permasalahan selesaikan secara damai, dan tentram dengan apa yang diajarkan dalam Islam.
Prof. Dr. Abdurrahman Mas'ud, MA. : Tren Keberagaman Masyarakat Indoensia Kontemporer (Perspektif Gerakan dan Keberagaman)
Ada Kisah yang Luar Biasa saat Ramadhan. Waktu saya Kuliah di Negeri ini peristiwa Luar biasa saat Ramadhan adalah Ajang basket di Amerika antara Michael jordan satu'satu nya raja basket dan Haqim kolij seorang Muslim. Luar biasa nya Haqim Kolij dapat mengalahkan michael jordan di saat berpuasa. Ditahun 90-an, bagaimana mungkin, seorang yang tidak minum dan tidak makan, dapat mengalahkan kekuatan yang bugar.
Rekayasa kedua: Pertandingan Bola antara Madrid Vs Juventus. Diraih kemenangan oleh madrid yang jelas pelatih nya adalah zidane seorang Muslim sedang berpuasa. Kisah luar biasa saat ramadhan.
Tentang Keberagaman Masyarakat Indonesia Kontemporer. Variasi keberagaman pribadi lintas agama, bagi masyarakat Indonesia apapun yang dipeluk. Masih blum membuahkan hasil dalam kontektualisasi agama dalam buah cemerlang yang baik. Setidaknya dapat kecenderungan agama saat ini, adanya radikalisasi, kristenisasi. Ini bentuk kekecewaan dari keberagaam sebelumnya. Upaya mengimbangi entitas agama, jika ini sudah bertentangan dengan Politik dan agama maka akan semakin kencang Wilayah konfliknya.
Yang terakhir, ada kelompok varian yang berlebihan dalam agama, dikatakan kelompok yang sering menyimpang. Banyak sekali di indonesia ada yang Mengaku Tuhan dan Nabi, ini menjadi perilaku menyimpang dimasyarakat. Kebanyakan kehidupan Masyarakat diKota.
Tingkat keberagaman masyarakat indonesia begitu banyak, dan masalah saat ini yaitu Liberalisme, Radikal, Sekuler ini adalah masalah terkini di Indonesia. Pemerintah harus menjaga pertumbuhan ketentraman masyarakat. Yang menjadi tanggung jawab bersama adalah seluruh masyarakat, menjaga ketertiban, keamanan dan Kerukunan.
Prof. Dr. Jamhari Makruf : Tren Keberagaman Masyarakat Indoensia Kontemporer (Perspektif Politik)
Memang betul yang disampaikan Prof. Azyumardi. Keadaan Islam diluar Negeri adalah Penuh Konflik, saling ancam mengancam, dan berkelahi. Beda dengan indonesia salah satu Negara yang berpenduduk Mayoritas Islam denga keadaan Islam yang begitu damai dan Tentram. Ada jama'ah haji yang setiap tahun nya berangkat ke tanah suci dengan pakaian yang sama, sholeh dan sholehah lemah lembut disana. Umat kita itu terbesar di dunia mengapa kita tidak bangga, mengapa kita tidak bangga apa yang kita miliki. Mengapa kita masih mencari referensi Islam pada Negara lain. Mengapa kita tidak bangga apa yang kita kenakan saat ini.
Indonesia memiliki keberagaman yang Luar biasa. Adanya Muhammadiyah dan NU yang membuat kita bangga atas semuanya. Tapi, mengapa di Indonesia ketika membangun Peradaban Politik umat Islam selalu gagal. Politik adalah suatu power yang harus kita miliki dengan kekuasaan Pemerintah.
Muhammadiyah saat ini sudah menjalankan "Sirotol Mustaqim" dengan kepemilikan aset University 10 tahun mendatang akan menjadi Top Rangking Dunia. Bayangkan 400 Perguruan Tinggi yang dimiliki oleh Muhammadiyah dalam satu Negara dengan perbandingan Negara Islam lainnya seperti Iran, Turki, Israel dan Kawasan middle (tengah). Ternyata Muhammadiyah sudah bergerak sampai mendirikan Sekolah Muhammadiyah sudah ada lebih dahulu di Australia, dengan minoritas Muslim.
Mari keberagamaan indonesia ini harus kita cintai bersama-sama, kita jaga dengan Pendidikan dan ilmu pengetahuan yang Kuat. Kita punya islam yang dibanggakan oleh orang lain, mengapa kita tidak bangga dengan Islam di Indonesia.
- Pengkajian Ramadhan 1438H PP Muhammadiyah
- Pemateri:
- 1. Prof. Dr. Abdurrahman Azyumardi, MA., CBE. (Perspektif Pemikiran dan Aliran).
- 2. Prof. Dr. Abdurrahman Mas'ud, MA. (Perspektif Gerakan dan Keberagaman)
- 3. Prof. Dr. Jamhari Makruf (Perspektif Politik)
Kontributor : Harbi Gemeli Putra
(Al-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.