Tokoh Muhammadiyah Kota Metro Semarakkan Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di UM Jakarta

UM Metro – Beberapa tokoh Muhammadiyah kota Metro ikut semarakkan pengkajian ramadhan yang digelar oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah di UM Jakarta pada senin (5/6/17) hingga rabu (7/6/17).

Pengkajian ramadhan yang melibatkan tokoh nasional muhammadiyah ini memang bukan main ramainya. Pasalnya semua Pimpinan Muhammadiyah mulai dari tingkat ranting hingga wilayah masing – masing mengutus kadernya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Tidak menutup kemungkinan bahwa pengkajian yang mengusung tema “Muhammadiyah Memandu Keberagaman yang Mencerahkan, Mencerdaskan dan Berkeadaban” ini adalah salah satu pengkajian tersebar yang pernah digelar oleh persyarikatan muhammadiyah.

Menurut informasi yang dikutip dari salah satu kader Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Metro Dr. Ichsan Dacholfany, M.Ed., pengkajian ramadhan yang berlangsung di UM Jakarta tersebut dipenuhi oleh 700an (tujuh ratusan red)  peserta dimana 60 dari peserta tersebut merupakan delegasi dari PDM Kota Metro.

“Pengkajian Ramadhan yang dihelat PP Muhammadiyah ini dihadiri oleh 700 peserta yang didalamnya ada Prof. Dr. H. Karwono, M.Pd., Dr. H. Handoko, M.Pd. dan Drs. H. Masnuni M. Ro’i, M.Pd. sebagai rombongan dari Amal Usaha Muhammadiyah UM Metro,” tuturnya.

Dosen Pascasarjana UM Metro ini bahkan menegaskan bahwa PDM Kota Metro tidak tanggung – tanggung dalam berpartisipasi di kegiatan tersebut hingga mengutus hampir seluruh jajaran AUM dan ortomnya di lingkungan Kota Metro.

“PDM Kota Metro sangat berantusias dalam kegiatan pengkajian ini. Mbah Daud Shiddiq selaku ketua PDM Kota Metro melibatkan 60 kadernya mulai dari AUM seperti SD, SMP hingga PT dan Organisasi Otonom Muhammadiyah mulai dari ranting hingga cabang termasuk saya didalamnya,” imbuhnya.

Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan  agenda tahunan di bulan ramadhan. Menariknya dalam pengkajian ramadhan kali ini, kegiatan tersebut tidak hanya berkutat dengan persyarikatan muhamamdiyah yang merupakan satu dari dua organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia namun diisi juga dengan silahturahmi tokoh lintas agama.            

“Acara ini untuk mempererat silaturahmi dan menambah  wawasan dari tokoh agama dan lintas agama tingkat Nasional di Nusantara tercinta ini,” pungkasnya. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan