Telusuri Sejarah Kota Metro, Dispusarda Kota Metro Gandeng Pendidikan Sejarah UM Metro
- 6 Oktober 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Upaya Kota Metro dalam menelusuri sejarah Kota Metro di era kolonialisasi kini kembali digiatkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro dengan Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Metro, Kamis (4/10/2018).
Penandatanganan Nota Kesapahaman ini ditandatangani oleh Kepala Dispusarda Kota Metro, Syachri Ramadhan, S.Sos., M.M. sebagai pihak pertama, dan Ketua Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, Kuswono, M.Pd. selaku pihak kedua yang diketahui oleh Dekan FKIP UM Metro, Drs. Partono, M.Pd.
Sebagai tindak lanjut atas kerjasama ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro diminta untuk melakukan penelitian mengenai Sejarah Kota Metro dan Penelusuran Sumber-sumber dan Arsip Sejarah Kota Metro di era kolonialisasi.
Kepada Medium News, Sabtu (06/10/18), Kian Amboro, M.Pd. yang juga turut hadir di lokasi menyampaikan, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro diminta untuk memberikan draft naskah akademik kepada Dispusarda Kota Metro sebagai luaran penelitian atas kerjasama tersebut.
“UM Metro diminta menyerahkan draft naskah akademik tentang Sejarah Kota Metro termasuk di dalamnya ada arsip-arsip seperti foto Kota Metro tempo doeloe di era kolonialisasi beserta keterangannya. Ini merupakan luaran yang wajib kami berikan kepada Dispusarda Kota Metro,” ujar Kian Amboro, M.Pd.
Lebih lanjut, Kian Amboro, M.Pd. menerangkan bahwa penelitian yang akan berlangsung hingga akhir November ini didanai sepenuhnya oleh Dispusarda Kota Metro.
“Untuk pendanaan, sepenuhnya ditanggung oleh Dispusarda Kota Metro. Penelitian ini mendapatkan dana sebesar IDR 25 juta. Dalam kurun waktu 2 bulan, hasil penelitian ini sudah berada di tangan Dispusarda Kota Metro atau tepatnya pada akhir bulan November 2018 nanti. Sebenarnya penelitiannya sudah kami mulai beberapa bulan lalu, namun MoU-nya baru kemarin,” terangnya.
“Mudah-mudahan hal ini dapat berjalan lancar, tentunya bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Metro. Apalagi saya pernah mendengar wacana Walikota Metro untuk mendirikan museum Kota Metro. Semoga hasil penelitian ini juga bisa memiliki ruang di museum tersebut sehingga masyarakat Kota Metro dapat mengetahui Metro tempo doeloe dan tentu harapannya hal tersebut dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada kota ini di mana perjuangan nenek moyang kita dulu tidaklah mudah untuk berhasil membangun kota metro seperti yang sekarang ini,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.