Teater Mentari Tampilkan Pertunjukkan yang Spektakuler di Malam Minggu
- 6 Mei 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Mentari tampilkan berbagai pertunjukkan yang spektakuler di malam minggu yang mereka beri nama Pentas Awal Anggota Baru (PAAB) yang berlangsung di aula gedung C kampus I UM Metro, Sabtu (5/5/18).
Dalam pertunjukkannya, tidak sedikit penonton yang terkesima atas penampilan yang diperagakan oleh para seniman-seniman muda UM Metro ini mulai dari pembacaan puisi yang menghanyutkan suasana, tari tanggar cantik yang memukau, musik akustiknya yang khas gaya mereka hingga penampilan puncaknya yakni drama yang mereka beri judul Malam Jahanam yang merupakan karya Motinggo Bosje.
Pimpinan Produksi, Nanda Adi Negara menyampaikan bahwa PAAB tersebut merupakan pertunjukkan yang kesepuluh di mana kali ini akan diperankan oleh sebelas seniman-seniman angkatan muda.
“Pentas awal anggota baru ini merupakan pentas yang kesepuluh dan diikuti sebelas kader,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Teater Mentari, Arif Hidayatullah ikut menambahkan bahwa PAAB tersebut adalah ajang pertunjukkan bakat dari kader Teater Mentari guna bersaing dengan seniman-seniman lainnya di tingkat Kota Metro.
“PAAB ini adalah rangakaian di mana temen-teman angkatan 2017 ini layak di pertontonkan di khalayak ramai. Berikutnya nanti giliran angkatan 2018, sehingga bisa bersaing di Kota Metro,” imbuhnya.
Berbeda lagi dengan perwakilan Ikatan keluarga Alumni, Dwi Setia. Ia lebih berharap PAAB ini menjadi pembelajaran bagi para seniman muda tersebut. Menurutnya banyak pesan moral yang bisa diambil dalam pentas tersebut.
“Saya berharap adik-adik tidak hanya memberikan penampilan yang menarik dalam pentas ini. Namun kualitas berkarya juga harus diiringi dengan pribadi yang baik, karena hasil kesenian bukan hanya pada pentas dipanggung yang baik saja, tapi sikap yang baik, koordinasi yang baik juga dibutuhkan. Setelah mentas di atas panggung, harapannya adik-adik nanti bisa lebih disiplin, dan memiliki semangat untuk berkarya,” tukasnya.
Sedangkan Agil Lepiyanto, M.Pd. selaku dosen Pembina menekankan kepada mahasiswa Teater Mentari, bahwa sebagai insan yang mulia tidak cukup dengan penampilan seni yang menarik namun harus diikuti oleh nilai-nilai yang religius.
“Ada beberapa hal yang saya harapkan kepada kader Teater Mentari, seni tetap jalan namun Islamnya juga jalan. Tahun lalu saya sampaikan bahwa anak-anak Teater Mentari juga harus bisa kultum di Masjid Ulul Albab, namun hingga saat ini impian tersebut belum bisa terwujud. Barangkali setelah ini ada kader yang menyeimbangkan antara nilai seni dan nilai religius tersebut,” ucapnya saat memberikan sambutan di awal pentas.
Lebih lanjut, Kaprodi Pendidikan Biologi ini menghimbau UKM Teater Mentari UM Metro untuk menyelenggarakan lomba seni di tingkat SMA. Hal ini menurutnya bertujuan untuk saling berbagi pengetahuan tentang seni.
“Selain itu, saya juga berharap ada perlombaan seni di tingkat SMA yang dikelola oleh anak-anak Teater Mentari UM Metro, sehingga ilmunya dapat ditularkan kepada mereka yang saat ini masih duduk di SMA. Sekalian memperkenalkan bahwa Teater Mentari UM Metro tidak kalah keren dengan Teater Mentari yang ada di pulau jawa sana,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.