Sulap Lumut Menjadi Boneka Berharga
- 22 September 2017
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id

UM Metro – Selama ini lumut dianggap sebagai tanaman pengganggu yang hidup di tempat-tempat lembap. Bukan tanpa alasan memang, tumbuhan ini kerap kali menempel pada bagian tumbuhan lain. Inilah sebabnya, keberadaan lumut dianggap sebagai tanaman penganggu khususnya bagi masyarakat 16 B Mulyojati RT 04/RW 02 Metro Barat.
Namun, di tangan Mahasiswa PPLT-Tematik UM Metro SMA TMI Raudlatul Qur'an, lumut justru dimanfaatkan menjadi kerajinan tanaman yang cukup unik dan menarik. Dengan mengadopsi teknik menanam tradisional dari Jepang yang menggunakan media tanam lumut (kokedama), lumut-lumut ini dibentuk menjadi aneka kerajinan tanaman yang indah dan lucu.
Jenis kerajinan tangan yang diberi nama Boneka Lumut Planter Craft ini menggunakan campuran tanah, serabut kelapa (kokopeat), kerikil serta lumut yang kemudian dibentuk sehingga berpola bulat.
Setelah itu diatasnya, ditanami jenis tanaman hias seperti tanaman salju, anggrek, kaktus, begonia, serta tanaman hias lainnya yang diberi inspirasi untuk menambahkan aksesoris tangan, kaki dan mata supaya terlihat menarik dan indah.
Penyuluhan yang berlangsung bersama ibu-ibu PKK ini disambut dengan sikap antusias. Mereka (baca: ibu PKK) mengungkapkan pada awalnya boneka lumut ini belum ada yang mengetahui dari masyarakat Mulyojati oleh karena itu Ibu-ibu PKK sangat senang dengan adanya penyuluhan tersebut.
“Boneka lumut bisa menguntungkan masyarakat Mulyojati bahkan bisa menghasilkan omset yang sangat besar dengan keunikan Boneka Lumut Planter Craft apabila dipasarkan,” ungkap mereka.
Sementara Ibu Fenny Thresia, M.Pd. dan Ibu Siti Suprihatin, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing lapangan, menyampaikan apresiasi mereka terhadap boneka lumut karya mahasiswa PPLT-Tematik UM Metro ini.
“Ternyata kerajinan yang sangat unik yang berasal dari tanaman lumut yang di anggap mengganggu. Tapi pada kenyataannya bisa dibuat kerajinan yang bagus , sampai-sampai ibu Fenny ingin memasarkan Boneka Lumut,” tutur salah seorang mahasiswa UM Metro tersebut.
Kerajinan tangan yang dinilai cukup unik dan menarik perhatian ibu-ibu PKK ini merupakan tanaman yang sangat sederhana perawatannya sehingga sangat cocok bagi kalangan ibu-ibu yang relatif sibuk untuk merawat jenis tanaman hias sebagaimana yang dipaparkan oleh mahasiswa PPLT-Tematik UM Metro dibawah ini.
"Tanaman ini hidup dan cara perawatannya sangat simple yakni seminggu sekali cukup dicelupkan kedalam air selama 3-5 menit dan bisa juga disemprot dengan air,” pungkasnya. (Al-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.