Semarakkan Kajian Songsong Ramadan, PDM Kota Metro Hadirkan Beberapa Tokoh Penting Muhammadiyah
- 5 Mei 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Sambut kedatangan bulan Ramadan, bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Metro hadirkan beberapa tokoh penting Muhammadiyah mulai tokoh Pimpinan Ranting hingga Tokoh Pimpinan Pusat yang berlangsung selama dua hari di aula gedung E kampus I UM Metro pada Sabtu-Minggu, 5-6 Mei 2018.
Kajian songsong Ramadan yang mengangkat tema “Meneguhkan Komitmen Mewujudkan Islam Berkemajuan sebagai Syuhada' 'Alan Naas” ini dibuka secara resmi oleh ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Prof. Dr. Marzuki Noor, MS.
Ketua PDM Kota Metro, H.M. Daud Sidiq, dalam sambutannya, sampaikan bahwa kajian songsong Ramadan ini merupakan kajian tahunan yang diselenggarakan oleh PDM Kota Metro yang tempatnya diatur secara bergantian di amal usaha Muhammadiyah. Menurutnya tahun ini yang mendapat giliran tuan rumah berada di wilayah PCM Metro Timur tepatnya di AUM Universitas Muhammadiyah Metro sebagai tuan rumah sekaligus fasilitatornya.
“Kajian songsong Ramadan ini merupakan agenda rutin tahunan PDM dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan. Terima kasih kepada pak Rektor UM Metro yang telah bersedia menjadi tuan rumah sekaligus fasilitator kajian songsong Ramadan ini,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kajian songsong Ramadan ini akan diikuti oleh rentetan kegiatan yang akan diisi oleh ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. di Universitas Muhammadiyah Metro.
“Saya juga mengucapkan terima kepada pemateri yang datang jauh-jauh dari Jogja yang merupakan ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. selain beliau akan jadi pemateri khusus dalam kajian songsong Ramadan ini beliau juga akan mengisi beberapa acara di UM Metro. Beliau hari ini akan meresmikan gedung baru (gedung Humas dan Internasional) UM Metro dilanjutkan dengan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung FIKOM (Fakultas Ilmu Komputer) lalu memberikan pembinaan kepada dosen UM Metro,” imbuhnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Marzuki Noor, MS. yang diminta membuka acara secara resmi jelaskan bahwa kajian songsong Ramadan ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi kader Muhammadiyah untuk memahami Muhammadiyah yang berlandaskan pada keputusan tarjih.
“Kajian pada hari ini merupakan semua kesempatan yang luar biasa di mana kita bisa belajar memahami Muhammadiyah yang berlandaskan ada keputusan tarjih. Sebagaimana tema yang diangkat, Islam berkemajuan yang dimau Muhammadiyah itu seperti apa. Makna islam berkemajuan kalo kita lihat masih dalam perspektif penulis, masih menurut penyampaian tapi belum terkonstruk, yang terukur dan jelas sehingga bisa diterapkan,” tukasnya.
Lebih lanjut, guru besar UM Metro ini juga menyebutkan lima hal cara mewujudkan Islam yang berkemajuan oleh kader Muhammadiyah. Menurutnya apabila kelima hal tersebut dipegang teguh, maka kader Muhammadiyah dapat bergerak maju sesuai dengan standar Islam.
“Ada 5 misi yang harus dipegang teguh dalam mewujudkan Islam yang berkemajuan tersebut yakni emansipasi, amar makruf, humanisasi, nahi mungkar, trandensi, kemudian diturunkan dalam konsep gerak. Bergerak maju. Memajukan islam itu adalah titik. Tapi bukan islam yang dimajukan, tapi bagaimana kita yang bergerak maju untuk mengejar Islam itu. Karena islam sudah mutlak dan murni. Kita maju dalam pengamalannya sehingga mampu mencapai gerakan yang sesuai dengan Islam inginkan,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.