SELAMAT!!! Fadhilah Syahidah Berhasil Masuk 6 Besar dalam Lomba Esai Pemikiran Kritis yang Digelar UI

UM Metro – Salah seorang mahasiswa Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro berhasil masuk enam besar dalam ajang lomba esai pemikiran kritis yang digelar oleh Universitas Indonesia dalam rangka History Fair 2017, Senin (23/10/17).

History Fair 2017 yang menukil tema ‘Menelusuri Sejarah Kota di Nusantara’ yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Sejarah UI ini berhasil hantarkan nama UM Metro sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta yang bersanding dengan 5 Perguruan Tinggi Negeri ternama nusantara, seperti UIN Alauddin Makasar, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga dan UI sendiri sebagai tuan rumah.

Khabar baik ini ditenggarai oleh judul menakjubkan yang diangkat oleh Fadhilah Syahidah yakni  ‘Optimalisasi Kota Metro sebagai Kota Wisata Edukasi Sejarah’ sebagaimana yang ia ungkapkan saat melakukan wawancara dengan Humas dan HI UM Metro melalui media elektronik, Rabu (25/10/17) tadi pagi.

Dalam paparannya, Fadhilah Syahidah menuturkan bahwa ia pertama kali mendaftar pada 27 Oktober 2017 dengan mengikuti sistem registrasi yang ditetapkan pihak UI, barulah pada 08 Oktober 2017 ia mengirimkan makalahnya kepada pihak panitia secara daring. Meski begitu menurutnya kemenganan yang ia terima merupakan sebuah keberuntungan, pasalnya deadline pengiriman esai yang ditetapkan adalah pada 07 Oktober 2017 sementara ia, Fadhilah Syahidah mengirimkan esainya pada keesokan harinya.

Fadhilah mendaftar pada tanggal 27 Agustus 2017 dengan membayar uang registrasi sebesar 50k.  Registrasi dilakukan dengan mengirimkan bukti pembayaran dan formulir pendaftaran ke email History Fair 2017. Sebenarnya perlombaan dilakukan secara online, setelah registrasi dapat mengirimkan karya,  dan fadhilah mengirim esai itu udah lewat batas,  seharusnya terakhir tanggal 7 Oktober,  tetapi Fadhilah ngirim tanggal 08 Oktober Pukul 00.50 via email,” terangnya.

Ia juga menuturkan, setelah masuk enam besar, pihak panitia akan melakukan seleksi ke tahap tiga besar dimana ke-enam peserta akan mempresentasikan karya tulis mereka di Universitas Indonesia pada 30 Oktober 2017 mendatang.

Setelah diumumkan 6 peserta yang lolos ke tahap selanjutnya kemaren tanggal 23 Oktober 2017, untuk yang lolos ke 6 besar dapat mempresentasikan karya esainya pada tanggal 30 Oktober nanti dengan langsung hadir ke Universitas Indonesia,” tambah mahasiswi 21 tahun ini. 

Kendati berhasil masuk enam besar, Fadhilah Syahidah mengungkapkan bahwa ia awalnya tidak menyangka namanya bakal dijejerkan dengan 5 peserta dari perguruan tinggi lainnya. Sikap pesimis yang ia rasakan kala itu, lantaran disibukkan dengan kegiatan Program Pengalaman Lapangan Terpadu Tematik yang merupakan salah satu mata kuliah yang harus ia lewati.

Kesan pertama saat tau masuk 6 besar yang pasti gak nyangka karna sudah pesimis duluan.  Awal mendaftar memang benar-benar ingin mencoba,  karena ingin membawa nama prodi Pendidikan Sejarah UM Metro dikancah perlombaan Nasional, juga ingin memperkenalkan sejarah Kota Metro yang istimewa ini,  sehingga paradigma masyarakat terhadap sejarah dapat berubah, bahwa sejarah sebenarnya dekat sekali dengan kita,  ada disekitar kita.  Kemudian setelah mendaftar pesimis karena saat itu sedang disibukkan dengan PPL,” ungkap Fadhilah Syahidah.

Dengan keinginan mengharumkan nama almamaternya di kancah Nasional, akhirnya mahasiswi kebanggan Prodi Pendidikan Sejarah UM Metro ini membulatkan tekad untuk menuangkan goresan tinta yang menurutnya masih belum maksimal. Kendati demikian, khabar yang ia dengar atas masuknya karya tulis yang ia kirimkan membuat dirinya bersyukur dan senang tak kepalang.

Semakin mendekati batas akhir pengumpulan yaitu tanggal 7 Oktober,  Fadhilah mencoba untuk membuat esai itu karena sayang sudah mendaftar,  alhasil dengan modal nekad membuat dan mengirimnya ke panitia.  Jujur isi esai itu belum maksimal.  Jadii sangat bersyukur dan senang kalau dapat lolos di 6 besar sehingga ada kesempatan untuk lebih memaksimalkan lagi,” tandasnya dengan riang gembira. 

Saat ditanya tentang harapan dirinya kedepan terkait keberlangsungan menuju tiga besar pada 30 Oktober mendatang, ia mengatakan ingin mendapatkan juara pertama dengan terus memotivasi diri. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia ini asal mau berusaha.

Harapan kedepan untuk pribadi,  semoga bisa membawa nama almamater UM Metro saat di UI nanti  dapat masuk 3 besar atau bahkan mendapat juara 1, dan pastinya terus memotivasi dirii untuk mencoba segala hal baik. Meskipun kata orang kampus kita tidak terkenal,  dan banyak dipandang sebelah mata, toh tidak menutup memungkinan bagi mahasiswanya untuk bersaing dengan kampus-kampus ternama se-Indonesia,” tukasnya.

Ia berharap kepada seluruh mahasiswa UM Metro agar senantiasa memiliki kepercayaan diri dalam mengikuti berbagai event yang ada di Nusantara untuk mengukur seberapa jauh kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing mereka. Selain itu, ia juga meminta segenap mahasiswa agar tidak lagi mengesampingkan sejarah.

Dan semoga mahasiswa mahasiswi UM Metro yang lain dapat memiliki kepercayaan diri yang lebih untuk mengikuti event-event seperti ini,  jangan pernah minder,  jangan takut mencoba.  Kalau kita tidak mencoba,  bagaimana kita bisa tau kemampuan kita sampai sejauh mana.  Juga semoga tidak lagi mengesampingkan sejarah,  dan dapat lebih sadar akan pentingnya sejarah,” pungkasnya. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan