Sambut MTQ, UM Metro Adakan Kunjungan ke Kodim 0411

UM Metro – Beberapa pimpinan UM Metro adakan kunjungan resmi ke Komando Distrik Militer 0411/LT dalam rangka penyelarasan informasi persiapan lomba Musabaqoh Tilawatul Qur’an yang akan diselenggarakan oleh kedua belah pihak, Selasa (13/6/17).

Kunjungan UM Metro ini diwakili oleh wakil rektor III UM Metro Drs. Jazim Ahmad, M.Pd. selaku bidang kemahasiswaan bersama wakil dekan III FKIP UM Metro Drs. Anak Agung Oka, M.Pd. yang ditemani oleh salah satu staff humas Bungsudi, S.Pd. yang berlangsung di ruangan kasdim

Menurut informasi yang dikutip dari Jazim Ahmad, setidaknya ada 3 alasan mendasar dimana hal tersebut harus dituntaskan oleh kedua belah pihak. Sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan meriah dan lancar nantinya.

“Kami mendiskusikan tema acara yang akan diangkat agar sinkron dengan tujuan dasar acara itu sendiri. Kebetulan ketika kami tiba di Kodim 0411, Dandim-nya lagi di luar kota sehingga kami disambut oleh Kasdim,” terang Jazim.

Dosen Pendidikan Matematika ini juga mengkhabarkan bahwa MTQ ini akan melibatkan seluruh mahasiswa di lingkungan UM Metro sehingga mereka punya kesempatan untuk menjadi juara sebagai Qori handal UM Metro kedepannya.

“Acara yang akan kami gelar dengan kerjasama ini adalah MTQ dimana hal ini akan melibatkan mahasiswa semester II dan IV sebagai perwakilan dari masing – masing prodi. Selain itu, Qori yang menang nanti akan ditampilkan di acara wisuda UM Metro di bulan November yang akan datang,” tambahnya.

Yang menarik dari lomba MTQ ini adalah apa yang diminta oleh Kodim 0411 kepada UM Metro terkait ayat Al-Qur’an yang akan dibacakan oleh peserta nantinya. Drs. Jazim Ahmad, M.Pd. menjelaskan bahwa ayat ini didasarkan pada permasalahan yang sedang viral di Indonesia saat ini.

“Ayat Al-Qur’an yang akan dibaca oleh peserta berdasarkan apa yang diperintah oleh Kodim 0411 terkait permasalahan yang sedang viral di Indonesia. Ada empat tema yang akan dibaca oleh para Qori yakni ayat tentang toleransi, persatuan, perdamaian dan kebhinekaan. Hal ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalah tersebut,” pungkasnya. (Al-Bayurie¦Hum)

 



Tinggalkan Balasan