Sambut Kapolres Baru Kota Metro, Pimpinan UM Metro Adakan Kunjungan Silahturahim

UM Metro – Segenap jajaran pimpinan UM Metro adakan kunjungan silahturahim kepada Kepolisian Resor Kota Metro pada Selasa (17/10/17) kemarin siang. Kunjungan silaturahim yang diikuti oleh rektor dan seluruh wakil rektor UM Metro ini secara tidak langsung bertujuan untuk menyambut secara resmi Kepala Polisi Resor baru Kota Metro, AKBP Umi Fadilah, S.Sos., S.IK., M.Si. oleh Perguruan Tinggi UM Metro.

Saat di lokasi, Rektor UM Metro, Prof. Dr. Karwono, M.Pd. mengawali pembicaraannya dengan menyambut kedatangan Kapolres baru tersebut di Kota Metro yang merupakan kota kecil di Provinsi Lampung.

Saya mewakili pihak kampus mengucapkan selamat datang kepada ibu Kapolres di kota Metro yang merupakan kota kecil di wilayah Lampung ini. Meski namanya Lampung, Kota Metro ini dipadati oleh masyarakat jawa,” tutur beliau membuka pembicaraan.

Beliau juga menuturkan permohonan maaf atas kunjungan silaturahim yang tergolong telat jika diukur saat dilantiknya Kapolres baru Kota Metro tersebut. Hal tersebut menurutnya bukanlah tanpa alasan melainkan disebabkan kesibukan di kampus yang tidak bisa ditinggalkan.

Kami juga mohon maaf atas kunjungan silaturahim yang tergolong telat ini. Seharusnya di awal waktu, namun disebabkan banyaknya kesibukkan di kampus yang tidak bisa ditinggalkan, baru hari ini kami bisa melakukan kunjungan secara langsung,” terang Rektor UM Metro sambil melangsungkan obrolan santai kepada AKBP UMI Fadilah.

Atas pernyataan Rektor UM Metro tersebut, Kapolres baru Kota Metro, AKBP Umi Fadilah, S.Sos., S.IK., M.Si. langsung menanggapi bahwa dialah yang semestinya melangsungkan kunjungan ke pihak UM Metro. Menurutnya, ia juga belum bisa melakukan hal demikian lantaran kesibukkan dengan pihak Mabes Polri.

Semestinya saya pak yang berkunjung kesana bukan Bapak yang kesini. Saya juga belum sempat berkunjung, kemarin sibuk dengan pihak Mabes Polri sehingga belum sempat juga memimpin Apel di Kapolres Kota Metro ini,” ungkapnya.

Selain bertujuan untuk menyambung silahturahim, kunjungan tersebut sebagaimana yang disampaikan pihak UM Metro kepada Kapolres, guna mempererat hubungan antar kedua belah pihak khususnya tekait keamanan kampus.

Saat ini aksi pencurian motor di Kota Metro khususnya di kawasan kampus mulai banyak terdengar bu. Padahal sebelum-sebelumnya, bahkan kalau mau dibandingkan di seluruh kabupaten/kota di wilayah Lampung, kota Metro adalah yang paling aman. Kami mohon bantuan dari pihak Polres untuk mengantisipasi hal tersebut,” jelas rektor UM Metro.

AKBP Umi Fadilah, S.Sos., S.IK., M.Si. menyatakan bahwa kota metro yang kecil tapi ramai ini pada dasarnya sudah aman, hanya saja oleh mereka (baca: pelaku kejahatan curanmor) dijadikan sebagai bahan percobaan untuk menuju target yang lebih besar.

Kota metro ini memang kota kecil tapi rame. Kecil tapi mungil. Keamanan di Kota Metro ini sebenarnya sudah aman. Kota metro ini hanya dijadikan batu loncatan, biasanya oleh mereka dimasukkan di klipping dimana nanti akan mereka tandai bahwa mereka telah berhasil untuk menginjak ke target mereka di kota besar. Makanya kami senantiasa berkoordinasi ke semua titik untuk melakukan pengintaian secara rutin,” terangnya.

Sementara itu, wakil rektor bidang sarana prasarana, Dr. Bambang Suhada, M.Si. yang membawahi satuan keamanan UM Metro memohon ketersediaan pihak Polres agar dapat melatih SATPAM UM Metro terkait peningkatan kapabilitas standar SATPAM.

Di kampus kami ada satuan keamanan, namun sayang sejauh ini kinerja mereka belum maksimal. Kami mohon pihak Polres bisa meluangkan waktunya dalam memberikan pelatihan kepada mereka guna meningkatkan kemampuan mereka terkait standar sebagai SATPAM pada umumnya sehingga tercipta sinergi yang baik antara Polres kota metro dan satuan keamanan kami,” tukas Dr. Bambang Suhada, M.Si. yang juga sebagai dosen Fakultas Ekonomi UM Metro.

Kapolres tersebut menegaskan bahwa sejatinya seluruh SATPAM memang sepatutnya dilatih oleh pihak kepolisian, ia secara pribadi menyambut dengan baik permintaan yang diajukan oleh wakil rektor bidang sarana prasarana tersebut.

“Pada awalnya SATPAM yang didirikan Bapak Awaloedin Djamin yang merupakan Bapak SATPAM Indonesia kala itu dididik oleh pihak Kepolisian. Kami sangat mengapresiasi permintaan pihak UM Metro terkait pelatihan untuk SATPAM tersebut. Nanti akan dibimbing langsung dibawah Binmas,” tandasnya. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan