Sambut International Class, UM Metro Lakukan Studi Banding dengan UNRI

UM Metro – Jelang International class yang akan digelar oleh UM Metro bekerjasama dengan Universitas Kebangsaan Malaysia, membawa arus dua pimpinan UM Metro untuk berlayar ke Universitas Riau guna melakukan studi banding pada pekan lalu.

International class ini direncanakan akan berfokus pada Doctoral Program, Double Degree untuk program master atau magister, dan Student Exchange untuk program sarjana guna memfasilitasi dosen dan pejabat pemerintahan yang kesulitan untuk melanjutkan pendidikan dikarenakan kendala jarak yang diatur dalam undang-undang.

UM Metro dewasa ini sedang membangun gedung baru di depan rektorat kampus I sebagai langkah awal dalam menyambut program tersebut yang merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara UM Metro sendiri dan UKM pada tahun lalu.

Menurut informasi yang dikutip dari pernyataan Wakil Rektor bidang Sarana Prasarana, Dr. Bambang Suhada, M.Si., (baca: satu dari dua orang yang  melakukan studi banding) bahwa terdapat dua Universitas yang telah menjalani kerjasama dengan UKM di pulau Sumatera ini yakni Universitas Riau dan Universitas Andalas yang ada di Sumatera Barat.

“Kami sengaja memilih Universitas Riau untuk melakukan studi banding dikarenakan mereka telah lebih dahulu menjalani kerjasama dengan UKM. Sehingga dengan begitu, terkait sistem yang mereka terapkan, diharapkan dapat memberi ruang lingkup bagi UM Metro,” terangnya.

Selain itu, ia juga menambahkan alasan UM Metro cenderung memilih Universitas Riau dibanding Universitas Andalas yang ada di Sumatera Barat sebagai referensi dalam menilik sistem kerjasama tersebut tak lain karena adanya hubungan yang baik antar pimpinan UM Metro dengan salah satu pimpinan Universitas Riau.

“Dr. Ihsan  Dacholfany, M.Ed. yang saat ini sedang mendapat amanah sebagai Kepala Program Study Magister Manajemen Pendidikan di Program Pascasarjana UM Metro memiliki hubungan yang baik dengan salah seorang pimpinan disana, sehingga akan lebih mudah bagi kami untuk melangsungkan apa yang telah direncanakan bersama,” tambahnya.

Setelah melakukan studi banding tersebut, UM Metro akan merumuskan sistem perkuliahan yang merupakan buah kerjasama antar kedua perguruan tinggi yang juga merupakan kerjasama dua negara.

UM Metro berharap, atas program kerjasama tersebut dapat memudahkan para dosen, aparat, karyawan dan berbagai elemen masyarakat yang hendak melanjutkan studi mereka namun terkendala dengan beban kerja dan tanggung jawab terhadap keluarga yang mana jarak perkuliahan dengan tempat kerja itu sendiri diatur di dalam undang-undang pendidikan.

Sementara itu, hal yang juga sangat menarik pada program kerjasama ini, lulusan nantinya akan menyandeng gelar dalam taraf international seperti Ph.D (Doctor of Philosophy) untuk Doctoral Program yang dikeluarkan oleh Universitas Kebangsaan Malaysia. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan