Rektor Ingin Wujudkan UM Metro Berkemajuan

Rektor Ingin Wujudkan UM Metro Berkemajuan

UM Metro – Jum’at (9/8) dalam suasana pembukaan RKT (Rapat Kerja Tahunan), Rektor Drs. Jazim Ahmad, M.Pd., menginginkan seluruh pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro bekerjasama untuk mewujudkan visi dan misi yang menjadi arah kebijakan institusinya.

Jargon UM Metro Berkemajuan menurutnya harus segera didukung dengan kebijakan pimpinan dan berbagai program pendukung dari fakultas, program studi maupun dari setiap lembaga dan unit yang ada dilingkungan kampus.

Di awal kepemimpinannya, Rektor Jazim juga mengaku sudah mulai menata ulang wajah kampus. Menurutnya, fasilitas kampus juga berpengaruh terhadap kenyaman dan daya tarik mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UM Metro.

“Untuk mewujudkan UM Metro yang berkemajuan, menurut saya kampus juga harus tampil dengan suasana ceria, maka dari itu kami sudah mulai membentuk taman kampus, kami juga berfikir akan melakukan penyeragaman warna gedung di lingkungan UM Metro.”

Masih menurut Drs. Jazim “Kami sudah melakukan jajak pendapat dengan responden atau pengguna gedung (mahasiswa) di media sosial. Dari jajak pendapat itu, warna yang banyak disarankan oleh mahasiswa adalah warna biru seperti gedung HI ini. Oleh karenanya dalam waktu dekat ini, semua gedung UM Metro akan dicat ulang, kecuali gedung B. Karena gedung B rencananya akan dibangun ulang hingga 5 lantai untuk menjadi icon UM Metro,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPH (Badan Pembina Harian) UM Metro Drs. Masnuni M. Rai., M.Pd., juga berpesan supaya dalam penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja UM Metro tahun 2019/2020 berpegang pada prinsip kejujuran.

“Dalam penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja UM Metro tahun anggaran 2019/2020, pesan kami dari BPH yang pertama adalah jujur. Jujur dalam menyusun anggaran, jujur dalam melaporkan. Karena ini adalah prinsip pertama yang harus dipegang oleh civitas akademika,” himbaunya.

“Yang kedua, berpegang pada prinsip efisiensi. Ketiga, prinsip tepat guna atau bahkan multiguna. Apa yang kita programkan sekarang betul-betul besar manfaatnya dan ada feedback untuk kita. Umpanya, Lab Teknik Mesin itu bisa multiguna, bukan hanya untuk praktik namun juga dapat digunakan untuk bengkel yang menyediakan jasa dan mengalirkan pendapatan ke institusi,” ucap Drs. Masnuni dihadapan peserta RKT.

Terakhir, mengenai Al Islam dan Kemuhammadiyah (AIK) tahun ini harus menerapkan pola baru. Bukan hanya kegiatan-kegiatan mengaji AIK, namun harus berkolaborasi dengan LPM dan LPPM untuk bersama-sama mengacu pada tingkat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. (Nas/Hum).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *