Persiapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0, Prodi Pendidikan Sejarah Gelar Kuliah Umum
- 21 September 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro –Pencanangan revolusi industri 4.0 yang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia beberapa bulan lalu menitikkan kesan mendalam bagi semua perguruan tinggi termasuk Universitas Muhammadiyah Metro khususnya di lingkungan Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Tak ingin membuat mahasiswanya kesulitan dalam belajar dan mempraktikkan pembelajaran sejarah di era milenial ini, Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro gelar kuliah umum dengan mendatangkan pakar sejarah dari Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Aman, M.Pd.
Acara yang berlangsung di aula gedung Humas dan Internasional, kampus I UM Metro pada Kamis, 20 September 2018 ini mengangkat tema “Pembelajaran Sejarah di Era Revolusi Industri 4.0” yang dihadiri oleh mahasiswa dan dosen UM Metro, serta guru mata pelajaran sejarah dari Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Tengah dan Kota Metro sendiri. (Modafinil)
Kuswono, M.Pd. selaku Ketua Prodi Pendidikan Sejarah, dalam laporan pertanggungjawabannya di depan hadirin menyampaikan tujuan penyelenggaraan kuliah umum tersebut bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah.
“Acara ini bertujuan untuk memantik calon guru khususnya mahasiswa Pendidikan Sejarah UM Metro dan dewan guru mata pelajaran sejarah yang datang dari Lampung Timur, Lampung Tengah dan Kota Metro untuk memberikan gambaran tentang bagaimana tantangan masa kini di era revolusi industri 4.0, karena orang sejarah banyak yang berkecimpung pada revolusi 1.0 dan kemudian pemerintah mencanangkan revolusi 4.0 yang membuat masyarakat tercengang,” ujar Kuswono, M.Pd.
Kemudian muncul kecerdasan baru, sambungnya, bukan hanya kecerdasan di bidang IQ, SQ dan EQ saja, tetapi juga muncul kecerdasan artifisial yaitu kecerdasan buatan karena pengaruh teknologi informasi yang berkembang pesat. Kemudian, perubahan generasi pun kian terjadi yang dulu terkenal dengan generasi x, y, z, lalu muncul lagi generasi milenial seperti sekarang ini.
“Saya rasa ini adalah hal yang menarik bagi kita semua untuk mempelajari tantangan-tantangan di masa depan terkait bagaimana pembelajaran sejarah di era revolusi industri 4.0 ini,” tukasnya.
Sementara, rektor UM Metro, Prof. Dr. Karwono, M.Pd. yang diminta membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa era yang sedang dihadapi oleh generasi milenial saat ini merupakan bukti pergeseran atas perkembangan teknologi.
“Generasi saat ini sedang merasakan adanya pergeseran karena perkembangan teknologi informasi. Dulu pembelajaran sejarah hanya menyampaikan informasi melalui tatap muka, sekarang pembelajaran yang menggunakan cara seperti ini tidak harus dengan tatap muka lagi tetapi bisa melalui media yang ada,” ucapnya.
“Oleh karena itu guru harus menguasai metode tentang cara menyampaikan dan dilandasi bagaimana guru itu dapat membentuk perilaku peserta didiknya. Disisi lain juga guru dituntut untuk menguasai materi secara substansial,” pungkasnya. (Al-Bayurie¦Hum & Kirana Dea Fahira¦Mahasiswa Pendidikan Sejarah)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.