Organizational Citizenship Behaviour (OCB), Karakter Loyalitas pada Organisasi

Organizational Citizenship Behaviour (OCB), Karakter Loyalitas pada Organisasi

Laman Opini UM Metro – Pernahkan ada yang melihat, masih ada karyawan yang sibuk di unit kerjanya saat sebagian besar karyawan lainnya telah pulang? Mereka rela bekerja di luar jam kerja yang telah ditetapkan. Atau bahkan pernah ada yang melihat karyawan yang rela mengerjakan tugas yang sebenarnya bukan tugas dari pekerjaannya? Pasti pernah. Karena dalam sebuah organisasi, pasti terdapat beberapa karyawan yang memiliki perilaku seperti ini.

Dalam bidang psikologi industri, yang mengkaji khusus perilaku manusia dalam sebuah organisasi, perilaku karyawan seperti ini dapat diistilahkan dengan nama Organizational Citizenship Behavior (OCB). Jika diartikan secara sederhana, OCB merupakan perilaku karyawan yang secara sukarela mengerjakan pekerjaan yang melebihi dari standar tugas yang diberikan kepadanya, demi membantu keberlangsungan perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Karyawan dengan tingkat OCB yang tinggi, merupakan aset bagi sebuah organisasi. Karena karyawan yang seperti ini akan sangat mudah sekali menaati perintah yang diberikan atasannya. Mereka akan melakukan perintah tanpa banyak berfikir “nanti saya dapat apa” dan lain sebagainya.

Dalam konsep psikologi, OCB merupakan atribut psikologis yang bersifat kontinum bukan tipologi. OCB bisa diibaratkan seperti sebuah penggaris 30 cm, yang bergerak dari angka 0 cm – 30 cm. Maka seperti penggaris, spektrum OCB juga bergerak dari paling rendah hingga ke paling tinggi. Ada karyawan dengan OCB tinggi, namun juga ada karyawan dengan OCB yang rendah.

Berbagai teori psikologi membahas bahwa perilaku sukarela ini didasari atas motif yang bermacam-macam. Salah satunya adalah atas dasar rasa memiliki terhadap organisasi,  merasa menjadi bagian terdekat dari organisasi, atau merasa menjadi orang yang bertanggung jawab dalam pencapaian tujuan organisasi. Oleh sebab itu, perilaku ini dilabeli “Citizenship”.

Bagi anggota organisasi yang baru, atau karyawan baru. Rasa memiliki terhadap organisasi dapat mendorong munculnya perilaku OCB. Oleh sebab itu, karyawan lama yang ada di unit anda mungkin banyak yang menyambut anda dengan hangat. Menyambut dengan kata-kata “selamat bergabung, anggap saja anda saat ini sedang berada di rumah sendiri”.

Penulis : Dr. Satrio Budi Wibowo, M.Psi.