Nedi Hendri Kembali Ajak Mitra UMKM Ikuti Pelatihan Ekspor
- 20 Mei 2017
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
.jpg)
UM Metro – Dosen Fakultas Ekonomi UM Metro Nedi Hendri, S.E., M.Si., Ak., CA. kembali ajak mitra UMKM ikuti pelatihan Ekspor di Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Indonesia pada 16 – 18 Mei 2017.
Pelatihan tersebut merupakan salah satu perwujudan master plan atas program pengabdian tahun ketiga yang diprakarsai oleh Nedi Hendri, S.E., M.Si., Ak., CA. selaku ketua tim bersama partnernya Ardiansyah Japlani, S.E., M.B.A., AWM.
Pelatihan yang merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya ini berfokus pada teknis persiapan dalam melakukan ekspor barang sebagaimana yang dikutip dari Nedi Hendri di kediamannya saat beliau pulang dari jakarta kemaren.
“Pelatihan ekspor kali ini lebih mengarah kepada teknis ekspor itu sendiri. Tahun lalu kami juga sudah mengikuti pelatihan ekspor ditempat yang sama, namun masih sebagai pemula sehingga materi yang disampaikan masih seputar motivasi dan prosedur yang sederhana,” terang Nedi.
Nedi memaparkan bahwa paling tidak ada 8 (delapan) materi yang mereka dapatkan pada pelatihan ekspor kali ini diantaranya: overview kegiatan eskpor, prosedur dan dokumen ekspor, program NSW (National Single Window), tatalaksana kepabeanan di bidang ekspor, prosedur transportasi dan penanganan cargo ekspor, incoterms 2010, sistem pembayaran ekspor dan yang terakhir latihan pengisian dokumen ekspor.
“Sebagai orang yang belum berpengalaman dalam melakukan ekspor, tentunya materi yang kami terima dari pelatihan tersebut cukup membuat kening berkerut,” candanya.
.jpg)
Pelatihan yang melibatkan empat orang yang terdiri dari dua orang dosen FE UM Metro dan dua orang mitra UMKM tersebut mengangkat kopi luwak sebagai produk unggulan dari liwa yang ditargetkan untuk diekspor di program pengabdian tahun terakhir Nedi Hendri yang berjudul “IbPE Kopi Luwak di Kelurahan Way Mengaku”.
Dua mitra UMKM yang dibina dan diikutkan dalam pelatihan ekspor oleh NH dan AJ ini adalah Gunawan Supriyadi yang mengusung produk unggulannya dengan brand “Raja Luwak” dan Kasmun yang dengan brand “Mahkota Luwak.”
Nedi juga menjelaskan bahwa pelatihan ekspor dan kopi luwak ini adalah peluang yang mana tidak semua orang dapat menggapainya. Namun ada satu tantangan yang sepertinya akan sedikit sulit ditaklukkan yakni mencari buyer untuk menjual produk tersebut.
“Meski ini sulit, namun tidak ada salahnya kalo kami coba dulu. Tidak ada yang tidak mungkin tapi tidak mungkin ada bagi yang tidak mau,” pungkasnya dengan yakin. (Al-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.