Model Pembelajaran Blended Learning Hantarkan Vita Indriyani sebagai Calon Sarjana UM Metro

UM Metro – Salah satu mahasiswa Pendidikan Biologi, Vita Indriyani dengan NPM 14320112 baru saja melangsungkan Ujian Skripsi (Sidang) Terbuka hari ini (24/5/18) dengan skripsinya yang berjudul “Pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Blended Learning terhadap kemampuan kognitif Siswa Kelas VII Materi Ciri-ciri Makhluk Hidup di SMP Negeri 1 Terbanggi Besar” dengan pembimbing satu, Dra. HRA. Mulyani, M.T.A. dan pembimbing dua, Triana Asih, M.Pd., beserta penguji Utama, Widya Sartika Sulistiani, M.Sc.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Triana Asih, M.Pd. kepada tim Pusat Media Humas, Kamis (24/5/18), Model Pembelajaran Blended Learning ini merupakan model pembelajaran yang pertama kali diterapkan oleh mahasiswa Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UM Metro sejak berdirinya hingga sekarang.

“Vita Indriyani merupakan mahasiswa di Pendidikan Biologi yang pertama kali menerapkan pembelajaran model “Blended Learning” ini. Blended Learning atau Virtual Instructor Led Learning adalah suatu metode pembelajaran yang mengkombinasikan metode pembelajaran tatap muka (konvesional) dengan online learning,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Blended Learning, dalam penerapannya ditopang dengan salah satu aplikasi pembelajaran online interaktif yang bernama “Schoology”. Menurutnya aplikasi ini dapat memudahkan proses pembelajaran dan dinilai sangat efektif untuk melatih kemampuan kognitif siswa dengan tiga fitur pendukungnya.

“Blended Learning merupakan salah satu dari banyak pembelajaran berbasis e-Learning. Pada pembelajarn Blended Learning  yang vita terapkan menggunakan salah satu aplikasi pembelajaran online interaktif berupa Schoology,” terangnya.

“Schoology adalah situs yang menggabungkan antara jejaring sosial dan LMS, dengan Schoology kita bisa berinteraksi sosial sekaligus belajar. Adapun fitur-fitur yang dimiliki oleh Schoology seperti Courses (Kursus), Groups (Kelompok), dan Resources (Sumber Belajar),” sambungnya.

Dosen muda Pendidikan Biologi ini juga menjelaskan, setelah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Vita Indriyani, mulai dari pengumpulan teori, penerapan model pembelajaran, pengukuran hasil hingga pada kesimpulan, akhirnya dijumpai model pembelajaran Blended Learning terbukti berhasil meningkatkan kemampuan kognitif siswa.

“Hasil penelitian yang diteliti oleh vita menghasilkan kesimpulan kemampuan kognitif siswa lebih baik pada Pembelajaran Blended Learning yang dibandingkan siswa yang tidak menerapakan Blended Learning,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan