Menuju Internasionalisasi, Dosen UM Metro Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Internasionalisasi PT di Australia

UM Metro – Semakin gencar era revolustri industri 4.0 mempengaruhi semua lini kehidupan di Indonesia tanpa terkecuali di lingkungan perguruan tinggi membuat Universitas Muhammadiyah Metro mengambil langkah cepat melalui pelatihan kepemimpinan dan manajemen internasionalisasi perguruan tinggi di Monash University, Melbourne, Australia.

Pelatihan yang berlangsung di awal hingga pertengahan Oktober 2018 ini membuat UM Metro kemudian mengutus Wakil Rektor bidang Akademik, Dr. Muhfahroyin, M.T.A. untuk ikut berpartisipasi dalam pelatihan yang diinisiasi oleh Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut bersama delegasi dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya di Monash University, Melbourne, Australia.

Kepada Medium News, Jum’at (05/10/18), Dr. Muhfahroyin, M.T.A. menjelaskan bahwa pelatihan kepemimpinan dan manajemen internasionalisasi perguruan tinggi di Perguruan Tinggi No.1 di Australia diawali dengan pengarahan terkait teknis kegiatan dan diskusi kelompok terkait pengembangan kelembagaan dalam program internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia.

“Di awal para peserta mengikuti diskusi kelompok tentang pengembangan kelembagaan dalam program internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia. Lalu dilanjutkan dengan bimbingan oleh narasumber dari Monash University, Australia tentang perguruan tinggi di era disruptive and uncertain the future,” jelas Dr. Muhfahroyin, M.T.A.

“Kemudian masing-masing peserta diminta untuk menyajikan hasil diskusi Internasionalising University , di depan forum kelas,” tambahnya.

Lebih lanjut, WR I UM Metro ini menegaskan bahwa ada sepuluh strategi yang harus dimiliki oleh Perguruan Tinggi untuk bersaing secara internasional.

“Ada sepuluh strategi internasionalisasi yang dapat dilaksanakan perguruan tinggi akni strategi kebijakan dan budaya, strategi mitra dan jaringan, strategi mahasiswa internasional, strategi pengalaman mahasiswa, strategi mobilitas mahasiswa dalam negeri, strategi lulusan dan alumni, strategi penelitian internasional, strategi pegawai internasional dan yang terakhir strategi industri dan komunitas. Kesepuluh hal ini harus dimiliki oleh perguruan tinggi di era Revolusi Industri 4.0, dan kita mau gak mau harus bersaing di kancah internasional,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan