Mastama 2019, IMM UM Metro Bangkitkan Semangat Generasi Muda

Mastama 2019, IMM UM Metro Bangkitkan Semangat Generasi Muda

UM Metro – Memasuki hari ketiga Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat UM Metro datangkan dua narasumber untuk memotivasi mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020.

Hadir dalam acara ini Rektor UM Metro Drs. Jazim Ahmad, M.Pd., mengaku terkesan melihat mahasiswa barunya bersemangat menimba ilmu di UM Metro. Bahkan ia mengaku akan mendukung setiap kegiatan kemahasiswaan yang sifatnya positif dan bisa membawa nama harum almamater.

“Luar biasa bangga, saya senang melihat semangat generasi muda, apalagi generasi muda yang memiliki ghirah untuk berjuang di Universitas Muhammadiyah Metro dan Muhammadiyah pada umumnya,” ungkap rektor, di acara yang bertempat di halaman gedung B, Kampus I, Kamis (06/9/2019).

Sementara dua narasumber lainnya, Anna Morinda Wakil Ketua DPRD Kota Metro dan Riyan Berta Ketua DPP IMM Bidang Agraria dan Kemaritiman terlihat berhasil menggenjot semangat peserta Mastama.

Dihadapan anak-anak muda yang akan menyelami kehidupan perkuliahan, Ana Morinda berpesan agar mahasiswa menguasai teknologi dan pandai berbahasa asing.

“Anak-anak muda millenial harus bersemangat, kalau ingin masuk di percaturan dunia harus rajin membaca buku, minimal 5 buku perminggu, kuasai teknologi dan bahasa asing,” cetusnya sembari mengepalkan tangannya ke udara.

Lebih jauh, Ana juga mengajak agar generasi muda Indonesia mempersiapkan bekal untuk masuk ke persaingan global. Menurutnya mahasiswa jangan hanya berdemo menyuarakan tolak asing masuk ke Indonesia, tapi yang terpenting ialah generasi muda harus meninggalkan kemalasan dan mulai membuka luas cakrawala pemikiran.

“Jadilah generasi yang terus belajar, religius, tanamkan sikap gotong royong, dan berintegritas. Tinggalkan kemalasan, ketidakmandirian, dan sikap-sikap yang tidak mau membuka luas wawasan pemikiran. Kalau kita tetap malas, jangan salahkan bangsa lain masuk ke Indonesia,” himbaunya.

Dalam kesempatan yang sama, Riyan Berta mengajak semua mahasiswa UM Metro aktif beroganisasi dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Menurutnya dengan berorganisi mahasiswa akan terpacu untuk berfikir kritis dan kolaboratif.

“Saya lahir dari keluarga Muhammadiyah dan selalu di sekolahkan di sekolah milik Muhammadiyah. Merasa bosan sekolah di Muhammadiyah, kemudian saya kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri, orang tua mengizinkan tapi dengan satu syarat harus ikut terlibat dalam IMM,” kenangnya.

Terakhir, Berta menjelaskan bahwa IMM adalah organisasi resmi yang lahir dari Muhammadiyah dan keberadaannya diakui di setiap Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Sehingga sudah selaknya mahasiswa yang kuliah di PTM mampu memberikan perubahan besar bagi Persyarikatan Muhammadiyah. (Nas/Hum).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *