Mahasiswa UM Metro Susun Booklet Situs Megalitik Batu Berak Lampung Barat
- 9 Juli 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Sebuah situs sejarah yang berada di ujung barat Provinsi Lampung dikupas tuntas oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Metro, M. Ari Apriandi yang kemudian ia sajikan kedalam sebuah booklet dengan judul Booklet Situs Megalitik Batu Berak Lampung Barat sebagai sebuah produk penelitian atas tugas akhirnya.
M. Ari Apriandi mengungkapkan bahwa situs sejarah yang ditemukan pada tahun 1951 ini merupakan salah satu tempat rekreasi masyarakat Lampung Barat, tempat di mana ia dibesarkan, sehingga dirinya berkeinginan untuk menunjukkan eksistensi atas situs sejarah yang juga digunakan sebagai pembelajaran sejarah bagi siswa-siswi sekolah.
“Situs Megalitik Batu Berak merupakan salah satu peninggalan sejarah yang ada di Pekon Pura Jaya Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Situs tersebut dipilih sebab peneliti bertujuan untuk dapat mengeksplorasi dan menunjukkan eksistensi dari situs tersebut kepada masyarakat umum maupun siswa/siswi yang ada di Kabupaten Lampung Barat. Sebab Situs Megalitik Batu Berak selain digunakan sebagai tempat rekreasi oleh masyarakat umum juga digunakan sebagai pembelajaran Sejarah oleh guru kepada siswa khususnya siswa SMA,” ujarnya kepada Medium pada Senin, 09 Juli 2018.
Mahasiswa bimbingan Drs. H. Ragil Agustono, M.Pd. dan Kian Amboro, M.Pd. ini menyebutkan, booklet yang ia kembangkan tersebut ia dedikasikan sebagai media pembelajaran Sejarah lokal yang membahas Situs Megalitik Baru Berak, di mana menurutnya dengan dibantu adanya tampilan berupa gambar-gambar, booklet tersebut akan dengan sangat mudah dipelajari oleh siswa.
“Produk yang dibuat berfungsi sebagai media pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal, produk ini bisa digunakan oleh masyarakat umum untuk mengenal Situs Megalitik Batu Berak. Namun fokus dari kegunaan produk ini ialah sebagai media pembelajaran sejarah oleh siswa/siswi dalam mempelajari sejarah lokal yang ada di Kabupaten Lampung Barat,” kata Ari sapaan akrabnya.
“Produk yang dibuat merupakan produk berbentuk cetak, cara mengoperasikannya sama halnya dengan buku yaitu membaca, namun pada produk booklet ini terselip gambar-gambar agar memudahkan pembaca dalam memahami setiap materi yang tercantum pada isi booklet tersebut,” sambungnya.
Untuk menghasilkan booklet tersebut, Ari membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 4-5 bulan, karena dalam pengembangannya, booklet tersebut membutuhkan uji validasi oleh beberapa ahli materi dan media, ditambah lagi desain produk yang juga membutuhkan waktu yang relatif tidak sebentar.
Ari juga menerangkan, lahirnya ide untuk mengembangkan Booklet Megalitik Batu Berak Lampung Barat ini dikarenakan sulitnya menjumpai Booklet yang membahas situs sejarah tersebut.
“Karena belum pernah ada produk seperti booklet yang membahas mengenai Situs Megalitik Batu berak. Dan ini juga saya jadikan sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan ruang, dan waktu bagi siswa dalam mempelajari Situs Megalitik Batu berak,” tukasnya.

Menurutnya, kehadiran booklet yang telah mendapatkan HaKI ini akan membuat masyarakat lebih memahami tentang Situs Megalitik Batu Berak. Selain itu, booklet ini juga bisa dijadikan buku pedoman bagi masyarakat ketika melakukan rekreasi di kawasan Situs Sejarah Megalitik Baru Berak tersebut.
Sejauh ini, Ari menyampaikan, booklet yang ia kembangkan tersebut telah menghabiskan dana yang relatif besar yakni setengah juta rupiah. Dalam keterangannya, uang tersebut ia gunakan untuk mencetak sembilan booklet.
“Karena produk ini di desain oleh saya sendiri, maka biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Pertama dilakukan 3 produk cetakan awal untuk validasi dengan 3 ahli media dan 3 ahli materi. Kemudian yang kedua setelah di revisi, dilakukan 3 cetakan lagi yang diajukan dengan ahli materi dan ahli media untuk mendapatkan kelayakan produk. Lalu yang ketiga dilakukan 3 cetakan lagi yang diberikan kepada dosen penguji ketika sidang komprehensif, Jadi kalo ditotal sekitar 540 ribuan,” paparnya.
“Harapan saya produk ini dapat dipublikasikan kepada masyarakat umum lewat internet blog, website, artikel/jurnal secara utuh agar dapat dinikmati oleh masyarakat umum dan dapat diakses pula oleh guru sebagai media pembelajaran sejarah siswa,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.