MAHASISWA PPLT-TEMATIK CETUSKAN PROGRAM TIKAM (Tari Khas Lampung)

Salah satu program kerja mahasiswa PPLT-Tematik UM Metro yang berada di Kelurahan Imopuro dan SMA Muhammadiyah 2 Metro yaitu melestarikan budaya lokal.Mahasiswa PPLT-Tematik dibantu oleh pemuda pemudi Imopuro berhasil menggelar puncak HUT RI ke 72 dengan memepersembahkan tari sigeh penguten. (marchfss.com) Acara ini bertepatan pada hari Minggu, 20 Agustus 2017 di lapangan RW 05 RT 26 Kelurahan Imporo Metro Pusat.

Dewan pembimbing lapangan kami yaitu Ibu Eva Faliyati, M.Pd dan Ibu Triana Asih, M.Pd memberikan bimbingan dan arahan kepada kami  sehingga kegiatan ini terlakasana dengan baik.

Kegiatan-kegiatan menjelang 17 Agustus dalam rangka merayakan  hari kemerdekaan sudah menjadi tradisi  masyarakat Indonesia, diantaranya berbagai lomba yang dilakukan oleh elemen masyarakat.  Dari berbagai kegiatan lomba tersebut terdapat satu hari kemeriahan sebagai hari puncak HUT  RI yang dilaksanakan. Pada puncak HUT RI ini kami mencetuskan salah satu kegiatan budaya lokal TIKAM.

Tujuan dari mempersembahkan tari sigeh penguten yaitu agar masyarakat dapat menghargai dan tanggap terhadap budaya yang ada di sekitarnya, serta dapat mengembangkan dan melestarikan budaya nenek moyang leluhur. Selain itu manfaat dari program kerja ini mampu meningkatkan kembali perjuangan generasi terdahulu yang berkaitan dengan suatu momentum yang sangat berarti  bagi suatu generasi, serta sebagai ungkapan rasa bangga yang perlu dilestarikan sepanjang jaman. Program budaya lokal ini ditujukan untuk semua elemen masyarakat yang ikut berpartisipasi.

“Selaku ketua RW 05 saya sangat mendukung kegiatan yang di ajukan oleh mahasiswa PPLT-Tematik UM Metro atas partisipasinya dalam acara ini”. Tutur Pak Mujihadi.Selain mendapat dukungan dari ketua RW masyarakat pun juga ikut berpartisipasi memberikan respon yang cukup antusias dan mendukung penuh kepada mahasiswa PPLT-Tematik untuk memberikan inovasi-inovasi dan kreativitas dalam menumbuhkan semangat juang pemuda pemudi Imopuro RW 05.

Dwi Kurniawati sebagai penanggung jawab program kerja budaya lokal menjelaskan bahwa tarian ini  adalah tarian adat budaya lampung yang berasal dari suku pepadun. Tarian ini dipersembahkan untuk menyambut tamu istimewa sebagai cara mrnunjukan rasa hormat.

“Tarian sigeh pengunten ini ditarikan oleh anak-anak yang tujuanya agar anak-anak mengenal dan menghargai  tarian daerah lampung serta mampu melestarikanya sebagai genarasi penerus kelak,” tambahnya.

Kontributor: Triyanto Ardyansyach

(benten|hum)



Tinggalkan Balasan