M Ihsan Dacholfany UM Metro Jelaskan Taat Beragama dan Toleransi Umat Islam di Masa Pandemi
- 11 Desember 2020
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Laman Opini
Lamanopini – Agama merupakan sebuah rumah besar yang kokoh dimana semua aktivitas dan tahapan kehidupan manusia tidak pernah lepas dari kesadaran beragama. Agama mengajarkan kita untuk selalu bersabar ketika berada dalam keadaan susah dan bersyukur ketika berhasil.
Selain itu, dalam beragama kita juga dianjurkan untuk selalu berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan.
Ketika pandemi wabah Covid-19 melanda dunia, kita sebagai umat beragama harus yakin dan percaya bahwa pandemi ini merupakan bagian dari takdir yang sudah ditetapkan ketentuannya oleh Allah SWT.
Namun kita tetap dituntut untuk berikhtiar, baik lahiriyah maupun bathiniyah untuk mencegah dan memutus rantai penyebarannya, mencari obatnya dan menangkal penyebabnya.
Demi menjaga keselamatan masyarakat, pemerintah mengambil langkah untuk mengurangi penyebaran virus yang ada.
Pemerintah menghimbau masayarakat untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga kebersihan, selalu menggunakan masker, menghindar dari keramaian, dan tidak melakukan kegiatan yang beresiko menyebarkan virus seperti berkerumun.
Pandemi merupakan status yang tidak bisa dianggap sepele, karena pandemi memiliki arti bahwa penyebaran yang telah merambah ke seluruh dunia dan tidak terkontrol.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “larilah engkau dari wabah menular sebagaimana larinya engkau dari singa” (HR. Bukhari).
Selama pandemi, beberapa masjid terlihat sepi dan tidak berpenghuni namun ada juga yang masih melakukan sholat berjamaah tetapi dengan jumlah yang terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.
Ibadah di masjid memang lebih mulia, tetapi dengan catatan ketika kondisinya sedang normal.
Namun karena sedang berada di kondisi pandemi seperti ini, maka kita dianjurkan untuk melakukan ibadah di rumah saja walaupun begitu ibadah kita pun masih tetap memiliki kualitas yang baik.
Taat beragama dan menjalankan segala perintah yang sudah ditetapkan memanglah penting tetapi menjaga diri dan keselamatan sekitar juga tidak kalah penting.
Terjadinya pandemi Covid-19 membuat kita harus melakukan ibadah dengan menyesuaikan situasi dan kondisi tetapi hal tersebut tidak menjadi alasan untuk kita meninggalkan ibadah sholat lima waktu atau tidak menjalankan kegiatan beribadah agama lainnya.
Masa pandemi Covid-19 saat ini bisa menjadi momen penting untuk merajut kebersamaan, toleransi, tolong menolong antar umat lintas agama dan kepercayaan. Islam mengajak kepada umatnya untuk selalu menjalin keharmonisan antar sesama, karena agama Islam merupakan agama yang penuh dengan toleransi.
Toleransi diartikan sebagai kesediaan menerima pendapat yang berbeda-beda tentang kebenaran yang dianut, dapat menghargai keyakinan orang lain serta memberikan kebebasan untuk menjalankan apa yang dianutnya.
Toleransi dalam Islam sudah ada sejak dahulu yaitu sejak zaman Nabi Muhammad SAW sampai sekarang dan telah menjadi karakter maupun tabiat hampir seluruh umat Islam.
Toleransi dapat dilakukan dengan saling menghormati, memberi kebebasan kepada pemeluk agama lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, dan saling tolong menolong dalam hidup bermasyarakat.
Pada masa pandemi saat ini, banyak orang-orang yang sadar akan menghargai orang lain, seperti beberapa tempat ibadah atau kelompok lainnya mengadakan bakti sosial kepada orang yang membutuhkan sehingga menjadikan toleransi tumbuh ditengah pandemi.
Selain itu, menggunakan masker ketika beribadah juga merupakan bentuk toleransi di masa pandemi saat ini. Dengan kita menggunakan masker maka dapat mengurangi resiko penyebaran virus. Berdasarkan edaran PP Muhammadiyah No. 05/I.0/E//2020 Tanggal 12 Syawal 1441 H/04 Juni 2020 M bahwa pada dasarnya mendirikan sholat dalam keadaan wajah tertutup (bermasker atau lainnya) tidaklah dianjurkan.
Namun menutup sebagian wajah dengan masker ketika sholat berjamaah di masjid atau mushola dalam keadaan belum bebas dari pandemi Covid-19 seperti sekarang ini diperbolehkan dan tidak merusak keabsahan salat.
Merawat toleransi di tengah pandemi tidak menjadikan halangan bagi kita semua untuk saling menjaga dan menghormati satu sama lain.
Dengan tertib toleransi beragama, niscaya kerukunan tatanan kehidupan akan damai dan sejahtera, sehingga tidak terjadi gejolak permusuhan dan kebencian. Kita sebagai umat manusia harus berjuang menghadapi musibah ini agar kehidupan kita semakin bermafaat bagi manusia lain.
Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Ihsan Dacholfany UM Metro Jelaskan Taat Beragama dan Toleransi Umat Islam di Masa Pandemi, https://lampung.tribunnews.com/2020/12/08/ihsan-dacholfany-um-metro-jelaskan-taat-beragama-dan-toleransi-umat-islam-di-masa-pandemi?page=3.