LPPM Bekali Sebelas Mahasiswa UM Metro Sebelum Berangkat ke Purbalingga

UM Metro – Universitas Muhammadiyah Metro saat ini tengah mempersiapkan sebelas kader yang mumpuni guna diterjunkan ke pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah untuk mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah untuk Negeri periode V tahun 2018 yang dirancang oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sebelas mahasiswa tersebut terbagi ke dalam dua Fakultas, delapan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan tiga mahasiswa dari Fakultas Agama Islam. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM), UM Metro memberikan pembekalan secara intensif selama empat hari terhitung sejak Jum’at-Senin, 06-09 Juli 2018 kepada sebelas mahasiswa tersebut.

Prof. Dr. Juhri AM, M.Pd, selaku ketua LPPM UM Metro menyampaikan bahwa KKNMu untuk Negeri tahun ini akan diikuti oleh 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. Namun yang menarik, program KKNMu untuk Negeri ini telah didesain untuk memisah setiap delegasi ke dalam satu kelompok, sehingga tidak akan ditemui dua almamater yang sama di dalam satu kelompok tersebut.

“Mahasiswa UM Metro yang kali ini akan mengikuti KKNMu di Purbalingga ada 11 peserta, namun sebelas peserta ini tidak akan berada dalam satu kelompok melainkan akan tersebar ke 11 kelompok. Yang itu berarti, setiap mahasiswa akan memiliki kelompok sendiri-sendiri. Tahun ini KKNMu akan diikuti oleh 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ternama di Indonesia,” ujarnya saat memberikan sambutan pengantar pembukaan pembekalan KKNMu untuk Negeri yang bertempat di ruang rapat gedung E kampus I UM Metro pada Jum’at, 06 Juli 2018.

Guru besar UM Metro ini juga berpesan, agar mahasiswa UM Metro tidak perlu khawatir selama berada di Purbalingga, mengingat banyaknya Ranting Muhammadiyah yang hidup di kabupaten tersebut.

“Informasi yang kami dapatkan, Purbalingga memiliki banyak Ranting Muhammadiyah, sehingga nanti adik-adik tidak perlu khawatir disana, karena masyarakatnya banyak warga muhammadiyah,” tukasnya.

Sementara, Wakil Rektor bidang Akademik, Dr. Muhfahroyin, M.T.A. yang mewakili Rektor UM Metro untuk membuka acara secara resmi menyampaikan, adanya perbedaan tempat akan berdampak pada perbedaan budaya yang tentu harus dipahami oleh setiap mahasiswa agar saat berada di lokasi, delegasi dari UM Metro sudah siap secara mental dan fisik.

“UM Metro merupakan penyelenggara pertama KKNMu untuk Negeri, dimana tidak hanya diikuti oleh satu Perguruan Tinggi saja, namun juga diikuti oleh kampus lain, ini namanya kolektif kolegial. KKNMu ini akan menghantarkan kita untuk memperoleh sesuatu di lapangan, kita juga bisa mentransformasi pengetahuan yang kita dapat untuk masyarakat. Karena letaknya di Purbalingga, maka saya sampaikan ini mulkultural, ada perbedaan budaya antara kita dengan yang ada di sana. Oleh karena itu, kita perlu belajar bagaimana sosial, ekonomi dan budayanya masyarakat Purbalingga. Caranya dapat searching di google, sehingga ketika terjun di lapangan nanti, sudah tidak kaget lagi,” paparnya.

Dosen Pendidikan Biologi ini juga menegaskan, membiasakan untuk berakulturasi yang dipenuhi dengan sikap membaur dan solid dengan sesama tim adalah kunci mensukseskan KKNMu untuk Negeri. Hal tersebut ia nilai, saat di lapangan, masyarakat setempat akan menganggap bahwa setiap mahasiswa di sana adalah kader Muhammadiyah tanpa menyebut almamater yang dikenakan oleh mahasiswa tersebut, sehingga menurutnya adanya kerjasama sangatlah penting.

“Nanti akan diberi pengetahuan saat pembekalan, bagaimana kiat-kiat dan strategi dalam ber-KKNMu untuk Negeri. Yang perlu saya sampaikan, sebelas orang yang akan dikirim mewakili UM Metro, di sana akan tersebar ke berbagai kelompok, oleh karenanya adik-adik harus bisa berakulturasi, bisa membaur dan solid dengan delegasi kampus Muhammadiyah lainnya, ada yang dari Papua, Kalimantan, Sulawesi. Karenanya adik-adik bekerja di sana bukan hanya mewakili kampus kita saja, namun akan membawa nama Muhammadiyah. Oleh karenanya bersatu, punya kemandirian, kebersamaan adalah kunci dalam menjalankan KKN Mu ini. Bisa jadi setiap kelompok oleh Pimpinan Pusat, dibagi berdasarkan kelompok ilmu, ada yang dari teknik, ekonomi dan keguruan, sehingga bisa saling melengkapi satu sama lain untuk membawa kesuksesan KKN Mu untuk Negeri,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan