KH. Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad dalam Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945

UM Metro – Satu lagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro yang kembali menelusuri jejak sejarah seorang ulama besar di bumi pertiwi dan resolusi jihad tahun 1945 sebagai produk penelitiannya. Ia adalah Muhammad Rijal Fadhli, mahasiswa Pendidikan Sejarah bimbingan Bobi Hidayat, M.Pd. dan Kian Amboro, M.Pd, yang saat ini tengah melanjutkan studinya di Universitas Negeri Yogyakarta.

Rijal sapaan akrabnya ini mengangkat peran ulama besar, K.H. Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad tahun 1945  ke dalam sebuah buku yang sudah terdaftar dalam HaKI, yang merupakan karyanya dengan judul “K.H. Hasyim Asy’ari  dan Resolusi Jihad dalam Usaha Mempertahanakan Kemerdekaan Indoensia tahun 1945”.

“Penelitian ini mencoba mengungkapkan sejarah  tentang kontribusi seorang tokoh KH Hasyim Asy'ari dan resolusi jihad dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia tahun 1945,” ujarnya kepada Medium News melalui rilisnya pada Senin, 30 Juli 2018.

Dimana menurutnya, kontribusi tersebut terkenal dengan resolusi jihad 22 Oktober 1945 yang menceritakan peran ulama santri melawan penjajah kolonial dalam mempertahankan kemerdekan Indonesia tahun 1945.

“Peran sentral ulama-santri pada masa revolusi kemerdekaan cenderung tidak mendapat ruang dalam buku-buku sejarah pergerakan Indonesia. Berbagai kajian pada tingkat lokal dan regional mengenai perjuangan kemerdekaan yang muncul belakangan ini tidak banyak menyebutnya, dan sebagian bahkan mengabaikannya sama sekali,” tukasnya.

Sebenarnya kajian dalam penelitian ini, sama sekali belum final karena sejarah akan terus menemukan pemaknaannya seiring proses dialetika yang tiada kunjung berhenti. Memaknai sejarah sejatinya menemukan diri kita sendiri, sehingga akan terus terbuka dengan suatu penemuan baru, realitas baru dan keyakinan-keyakinan baru untuk membangun suatu sejarah baru yang lebih bermakna.

Buku ini bertujuan untuk menambah khazanah pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah dengan tujuan menambah wawasan peserta didik untuk memahami sejarah perjuangan kemerdekaan dari sudut pandang berbeda, yang tidak selalu dari sudut pandang elit politik seperti tertulis dalam buku ajar sejarah saat ini,” tambahnya.

Alhamdulillah buku yang merupakan produk penelitian saya ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu kurang lebih enam bulan. Inspirasi saya dalam menyusun buku ini adalah agar sejarah Indonesia dapat tertuang semua dengan baik, sehingga tidak ada yang terpinggirkan. Apalagi sejarah seorang ulama besar dan resolusi jihad guna mempertahankan kemerdekaan RI tahun 1945. Buku ini hadir agar masyarakat mengetahui jejak sejarah umat Islam pada zaman dulu, pada saat membela tanah air.

“Besar harapan saya, agar materi pembahasan tentang resolusi jihad ini dapat masuk kedalam materi ajar sejarah khususnya yang ada di sekolah-sekolah. Karena kita ketahui bersama, selama ini hal-hal yang mestinya membangkitkan patriotisme kita dalam menjaga keutuhan NKRI justru tidak memiliki ruang,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan