Ketua BPH Himbau Kerja Maksimal Tanpa Pengawasan

UM Metro – Laporan Evaluasi Pelaksanaan Perkuliahan Semester Genap tahun akademik 2016/2017 dan Pembagian SK Mengajar Semester Ganjil tahun akademik 2017/2018 ikut mendatangkan ketua Badan Pelaksana Harian UM Metro, Drs. Masnuni M. Ro’I, M.Pd.

Kegiatan yang berlangsung di gedung E lantai 1 kampus I UM Metro pada Rabu (23/8/17) hari ini mengundang BPH UM Metro untuk memberikan nasehat terkait kinerja dosen selama satu semester yang telah lalu dan yang akan datang.

Drs. Masnuni M. Ro’I, M.Pd. menerangkan adanya unsur keseriusan dalam mengejar amal ibadah dalam bekerja. Dengan begitu beliau menekankan bahwa dosen UM Metro hendaknya bekerja dengan maksimal tanpa harus diawasi oleh pimpinan sehingga mampu membawa efek yang baik kepada lembaga.

“Bekerjalah dengan maksimal tanpa harus diawasi oleh pimpinan. Kerja maksimal itu dibarengi dengan suasana maka bikinlah suasana kerja yang nyaman,” papar mantan Asisten I Kota Metro ini.

Dosen Pendidikan Agama Islam ini juga menjelaskan bahwa menjadi tenaga pengajar tidaklah mudah. Untuk mentransfer ilmu kepada mahasiswa dibutuhkan 6 syarat sehingga ilmu tersebut dapat tertanam dalam-dalam kepada mahasiswa. Ke-6 hal tersebut juga diterapkan dalam dunia perpondokkan modern saat ini.

“Ilmu itu tidak akan diperoleh kecuali dengan 6 syarat. Syarat pertama dengan kecerdasan seperti kecerdasan intelektual, emosional, spiritual yang kita ketahui bersama. Yang kedua bagaimana cara kita memotivasi siswa agar tamak dengan ilmu sehingga ia belajar terus menerus tanpa harus menunggu proses pembelajaran dengan dosennya. Yang ketiga menjadi dosen harus memiliki jiwa yang sabar, karena banyaknya siswa tentu tidak semuanya penurut pasti ada yang bandel,” terang Drs. Masnuni M. Ro’I, M.Pd.

Beliau meneruskan poin yang ke-empat yang harus dimiliki dosen dalam mengajar adalah bekal. Menurutnya bekal disini terkait dengan sarana prasarana pengajaran dan hal lain yang terkait dengan material.

“Yang kelima adalah berkompeten atau profesional di bidangnya dan yang terakhir belajar terus menerus sehingga ilmunya benar-benar mateng dimana kita ketahui bersama untuk menempuh gelar doktor kita harus belajar mulai dari taraf Taman Kanak-kanak  (TK) hingga Strata III,” terangnya.

Drs. Masnuni M.Ro’i, M.Pd. juga menuturkan bahwa dengan terintegritasnya nilai-nilai islam yang ditopang dengan kemampuan di bidangnya (baca: bidang keilmuwan dosen masing-masing) akan mampu mendedikasikan UM Metro untuk menuju perguruan tinggi dengan akreditasi A kedepannya.

“Saya berharap semoga dengan ini UM Metro semakin baik kedepannya. Sehingga akreditasi yang saat ini B akan berubah menjadi akreditasi A,” pungkasnya. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan