Kesbang Linmas Kota Metro Bekerja Sama Komisi I DPRD Kota Metro Gandeng Dr. Edi Ribut Beri Pelatihan Bela Negara
- 18 November 2021
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Anggota Linmas Kota Metro harus memiliki wawasan kebangsaan (wasbang) kesadaran dalam penguatan bela negara dalam di ruang lingkup tugasnya dalam menjaga tertiban dan keamanan serta peka terhadap di lingkungan tempat bertugasnya, khususnya dalam medeteksi tamu asing yang mencurigakan di lingkungan sekitar, atas bahaya laten gerakan bawah tangan aksi doktrinalisasi kelompok radikal berafiliasi dengan kelompok terorisme berkedok organisasi keagamaan.
Hal itu ditegaskan Kader Bela Negara Kemenhan RI yang juga dosen ahli Hukum Pidana Ekonomi dan Kekayaaan Intelektual Fakultas Hukum UM Metro Dr. Edi Ribut Harwanto, S H M H di depan peserta pelatihan dan penguatan Bela Negara di Kafe Gerdenia TMII Kota Metro (17-11) pagi.
Acara yang diselengarakan oleh Kesbang Linmas Kota Metro bekerja sama Komisi I DPRD Kota Metro, juga menghadirkan dua nara sumber lain, yang merupakan anggota Komisi I DPRD Kota Metro.
Didepan para pserta Kepala Kesbang dan Linmas Kota Metro, Drs. Rosita mengatakan, pentingnya dilakukan pelataihan dan penguatan bela negara kepada para anggota Linmas Kota Metro. Sebelumnya, Kesbang juga melakukan pelatihan kepasa seluruh skretaris ASN SKPD dan para camat dan luruh se Kota Metro. Kata Rosita, pelatuhan dan penguatan bela negara ini, bertujuan untuk menambah wawasan kebangsaan dan penguatan kesadaran bela negara bagi para anggota Linsmas di Kota Metro.
Paling tidak, dengan dilakukan pelatihan ini,maka ada peningkatan wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, yang akan berdampak pada peningkatan pelayanan dan kesadaran para anggota Linmas untuk lebih mawas diri atas adanya penurunan nilai-nilai pemahaman atas idiologi pencasila. “Kedepan, kita akan melakukan pembinaan kepada ormas, pelajar, mahasiswa, ponpes, organisasi kegamaan, dalam rangka pembinaan wasbang dan kesaran bela negara untuk NKRI,”kata Rosita.
Selanjutnya, Edi Ribut Harwanto, mendapat kesempatan untuk menjadi pemateri utama, menjelaskan mengenai pentingnya iplementasi lapangan nilai-nilai wasbang dan Belneg. Dalam nawa cita, Presiden RI Joko Widodo menetapkan sembilan program ungulan yang dilaksanakan, diantaranya menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
Membuat pemerintah tidak aspen dengan pembangunan tata kelola pemrintahan yang bersih efektif, demokratis dan terpercaya. Menolak negara lemah dengan melakukan refeormasi sistem dan penagakkan hukum yang bebas koropsi bermartabat dan terpercaya. Dan, masih enam program nawa cita laianya.
Oleh sebab itu, para peserta anggota Linmas se Kota Metro, di pandang wajib memahami apa itu wasbang dan belne. Wasbang merupakan cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga negara dari suatu akan diri dan lingkungan nya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Belneg, adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiawai oleh kecintaannya kepada negara kesatuan republik indonesia m yang berdadarkan pancasila dan UUD 1945 dalam menjalani kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Oleh sebab itu, wasbang dan belneg, itu perlu kembangkan dan diperkuat kembali kepada seluruh anggota Linmas se Kota Metro, sehingga dalam melaksanakan tugas, selalu mengedepankan wasbang dan belneg, sehingga dalam lingkup pekerjaanya, tidak ada penyimpangan prilaku yang keluar dari kontek wasbang dan belneg.
Prilaku menyimpang anggota Linmas dengan acuh terhadap lingkungan sekitar, rasa tidak aman, pemuda liar, lingkungan tidak ramah lingkungan, ketertiban semu, ketanangan masyarakatnya tidak ada, berarti anggota Linmas yang bertiugas di lingkungan gagal mentranves ilmu pengetahuan dibidang wasbang dan belneg.
“ Linmas ujung tombak pertama dalam menjaga ketertiban masyarakat, dan sebagai perpanjangan lembaga negara apara kepolisian maupun pemerintah dalam menjaga situasi aman dan tertib. Juga sebagai alat kelangkapan negara, untuk melakukan deteksi awal atas ancaman kejahatan maupun mendeteksi paham-paham radikal berbau kelompok garis keras teroris yang mengacai kemananan negara. Informasi awal itu penting, dan dilanjutkan bekerja sama dengan perangkat alat hukum lainya bersatu padu untuk menjaga ketertiban dan kemananan masyarakat,” kata Edi Ribut Harwanto.