Kesan Mahasiswa UM Metro dalam Pengkajian Ramadhan 1438 H PP Muhammadiyah di UMJ
- 6 Juni 2017
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
.jpg)
UM Metro – Salah satu mahasiswa UM Metro yang mengikuti kegiatan pengajian Ramadhan 1438 H yang digelar Pimpinan Pusat Muhammadiyah di UM Jakarta yang berlangsung pada senin (5/6/17) hingga selasa (7/6/17) membawa kesan sendiri baginya.
Ia adalah Harbi Gemeli Putra, seorang mahasiswa program studi Ilmu Hukum UM Metro yang juga sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UM Metro.
Harbi menceritakan kesannya mengikuti kegiatan pengkajian ramadhan 1438H yang mempertemukan kembali dengan sahabat seperjuangannya di IMM dimana mereka pertama kali dipertemukan oleh Allah melalui Darul Arqam Madya di Jakarta dua tahun yang lalu.
Sangking senangnya Harbi memperkenalkan nama sahabat- sahabatnya satu persatu meski menurutnya yang sangat disayangkan adalah ketidak hadiran beberapa sahabat seperjuangan kala itu. Simak cerita Harbi selengkapnya dibawah ini:
“Saya ingin bercerita tentang rekan seperjuangan di IMM, dalam rangkaian kegiatan Pengkajian Ramadhan 1437H di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Alumni Darul Arqam Madya di Jakarta selatan tepat nya di daerah Ciputat 2 tahun lalu.”
“Ini seharusnya berjumlah 29 orang dari seluruh Indonesia perwakilan setiap daerah. Apa boleh buat rencana Allah untuk bertemu hanya 5 orang ini. Satu orang kembaran saya IMMawan Harco Gemeli Putra ndak ikut foto.”
“Kawan ujung sebelah kanan yang pakai jaket Levis namanya bang Faisal, orang super gaul, keep Enjoying, bicara Intelektual dan Politik beeh Rajanya. Terus yang pakai peci pakaian koko putih ini Bang Ardi dari UIN Syarif Hidyatullah Jakarta juga sama seperti bang Faisal.”
“Beliau salah satu mahasiswa berprestasi yang pernah mewakili Indonesia ke Negara China dalam rangka studi banding. Bicara mengenai pemahaman nilai nilai islam dan Kemuhammadiyahan saya banyak belajar dan diskusi dengan beliau.”
“Alhamdulillah hari ini bisa bertemu melepas Rindu ukhuwah ikatan Ini. Saya yakin kedepan tonggak-tonggak cendekiawan yang terlibat sebagai roda peradaban Indonesia kedepan. Kita inilah sebagai penerus tampuk pimpinan umat nanti!”
“Terakhir kalau boleh menyimpulkan tentang pertemuan adalah sebuah keniscayaan hidup yang harus kita terima sebagai anugerah terbesar pada hambanya.”
(Al-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.