Kemenristekdikti Keluarkan Peraturan Larangan Menerima Hadiah

Ilustrasi pemberian hadiah antara mahasiswa dan dosen

 

UM Metro —  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan mengeluarkan surat edaran Nomor: 108/B/SE/2017 tentang “Larangan Menerima Hadiah.”

Surat edaran tersebut ditujukan untuk Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri di lingkungan Kemeristekdikti, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta I sd XIV dan Dosen di lingkungan Kemenristekdikti.

Dalam rangka implementasi UU No.12/2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mengamanahkan bahwa pendidikan tinggi merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategies dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora seta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan, serta mengingat beberapa peraturan teknis yang berkaitan dengan dosen dan pendidikan tinggi, maka dengan ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan Teknologi melalui pendidikan, Penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat.

Kedua, Dosen dalam melaksanakan tugasnya mempunyai kewenangan dan akuntabilitas sebagai mentor, pendidik, penilai dan role model bagi para mahasiswa. Dengan demikian, untuk menjaga integritas hubungan pedagogis antara dosen dan mahasiswa, seta integritas proses akademik, dosen dilarang menerima dan /atau meminta hadiah/gratifikasi/pemberian apapaun dari mahasiswa atau siapapun yang berhubungan dengan tugasnya sebagai dosen. Sebaliknya, mahasiswa juga dilarang memberi hadiah/gratifikasi/pemberian apapun kepada dosen dengan alasan apapun.

Ketiga, pelanggaran terhadap hal sebagaimana dimaksud pada butir (2) akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Demikian surat edaran ini untuk dijadikan pedoman, dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Atas perhatian dan kerjasam yang baik kami ucakan teriam kasih.

Surat edaran ini di tanda tangani oleh Direktur Jenderal Kemenristekdikti, Prof. Intan Ahmad pada tanggal 23 Februari 2017 di jakarta.

Berikut surat edaran asli dari kemeristekdikti:

(Al-Bayurie¦Hum)