Kembangkan Kualitas Lulusan, Dosen UM Metro Bimbing Mahasiswa Buat Media Pembelajaran Menarik
- 30 Desember 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
.png)

UM Metro – Dosen pengampu mata kuliah Media Pembelajaran Biologi di Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UM Metro, Triana Asih, M.Pd. dan Dr. Ratini, M.Pd. berhasil bimbing mahasiswa kembangkan media pembelajaran menarik dan kekinian, Rabu (26/12/2018).
Media pembelajaran yang diperuntukkan sebagai bekal mahasiswa dalam mengajar ini tidak hanya menarik dari segi tampilan namun juga mampu memudahkan siswa memahami pelajaran nantinya.
Hal ini terungkap dalam pernyataan Triana Asih, M.Pd. kepada Medium News (28/12/2018), menurutnya mahasiswa zaman sekarang harus mengikuti zaman guna membuat media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa milenial.
“Dalam penerapannya, tahap awal yang dilakukan ketika ingin mengembangkan media pembelajaran adalah menganalisis pembelajaran yang mana hal ini sangat penting karena kita sebagai calon pendidik harus mampu menguasai materi yang akan kita sampaikan kepada peserta didik,” ujarnya.
Kemudian tahap yang kedua yaitu menentukan standar dan tujuan yang mana dalam hal ini semua mahasiswa dituntut untuk menentukan kompetensi dasar dan indikator dari pembelajaran yang akan dilakukan supaya proses pembelajaran menjadi terarah.
“Kemudian para mahasiswa diberikan pilihan akan mengembangkan media apa, sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya namun dalam proses pembelajaran yang dilakukan media yang digunakan terbagi dalam 6 tipe yaitu media pembelajaran 2 dimensi, media pembelajaran 3 dimensi, media pembelajaran audio visual non ICT, media pembelajaran audio visual bergerak non ICT, media pembelajaran berbasis video, dan media pembelajaran berbasis flash,” sambungnya.

Masing masing mahasiswa mendapatkan media sesuai dengan kesepakatan diawal pembelajaran. Setelah itu semua mahasiswa dituntut untuk mengembangkan dengan membuat, merangkai dan memodifikasi media media yang dibuatnya.
“Pengembangan media yang dilakukan memerlukan waktu yang cukup lama dalam hal pengembangan, karena kesulitan dari masing masing media yang dikembangkan. Setelah semua selesai dalam mengerjakan media yang didapatkannya dosen pengampu mewajibkan untuk masing masing mahasiswa tampil di depan kawan-kawannya yang diibaratkan sebagai pengajar sungguhan dengan menggunakan media yang telah dibuatnya,” lanjutnya.
Pemberian waktu 10 menit dilakukan dalam proses pembelajarannya, karena hanya ini hanya sebagai simulasi saja, supaya para dosen pengampu mengetahui kegunaan dari media yang telah dibuat dan mengetahui cara penyampaian materi sesuai dengan judul dan indikator materi yang telah dibuat sebelumnya. Dosen pengampu melakukan tahap evaluasi dengan mengomentari media pembelajaran yang telah dibuat dan memberikan revisi kepada diperbuat untuk memperbaiki supaya menjadi lebih sempurna.
“Setelah melalui tahapan pemilihan media, perencanaan, pengembangan, simulasi penggunaan, dan revisi, inilah hasilnya, media pembelajaran yang mereka buat menjadi luar biasa dan sangat menarik," tukasnya. (Bi/Hum)
Kontributor : Widyo Andre Pramono
.png)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.