Jaring Dosen Baru, Dr. Muhfahroyin, M.T.A. Wawancarai Enam Pelamar Calon Dosen UM Metro
- 7 April 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Sejumlah enam calon dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro jalani wawancara bersama Wakil Rektor bidang Akademik, Dr. Muhfahroyin, M.T.A yang berlangsung di ruang Rektor, Jum’at (6/4/18).
Enam calon dosen tersebut adalah yang dinyatakan lolos dalam seleksi administrasi dari 42 pelamar atas pengumuman seleksi penerimaan dosen UM Metro yang diterbitkan bulan lalu.
Ke-enam calon ini terbagi kedalam tiga bidang keilmuwan yakni dua pelamar untuk dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini, dua pelamar untuk dosen di Fakultas Ilmu Komputer dan sisanya untuk dosen di Fakultas Kedokteran. Hal ini disampaikan oleh Dr. Muhfahroyin, M.T.A di depan para pelamar saat memberikan pengarahan sebelum memulai proses wawancara. (https://affordableblinds.com/)
“Ada 42 pendaftar calon dosen UM Metro, dan yang dipanggil wawancara hari ini sebanyak 6 orang. Artinya Bapak/Ibu telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Yang sering saya tanyakan, biasanya kalo pelamar dari dosen yang berasal dari perguruan tinggi lain, sudah ada NIDN, kalo sudah didaftarkan oleh Perguruan Tinggi lain, pihak yang bersangkutan harus memberikan surat pernyataan ke pihak PT jika nantinya lolos agar tidak ada kesalahpahaman,” ujarnya.
Dosen Pendidikan Biologi ini juga menegaskan, untuk diterima sebagai dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro, pelamar tidak cukup dengan lolos seleksi berkas dan wawancara, namun ijazah yang diajukan oleh pelamar juga harus diterima oleh sistem Forlap-Dikti.
“Untuk menjadi dosen disini, lolos seleksi berkas dan wawancara belum tentu diterima. Karena ijazah yang saudara ajukan harus discan dan diupload di Forlap-Dikti, jika sistem Forlap-Diktinya menerima data dari saudara, maka anda bisa menjadi dosen disini. Tapi jika tidak, maka kami tidak bisa melanjutkan proses ini. Karena sistem Forlap-Dikti ini adalah sistem milik Kemenristekdikti. Makanya disini tidak ada dosen yang mengajar tanpa NIDN,” tukasnya.
Lebih lanjut, ia menanyakan seberapa banyak hafalan Al-Qur’an yang dimiliki oleh para pelamar. Hal ini ia tanyakan, lantaran para pelamar adalah calon dosen yang akan bernaung dibawah Yayasan Muhammadiyah, yang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. (AL-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.