Jalani PPLT-Tematik di SMK Muh 2, Mahasiswa UM Metro Terapkan Program BUS ALs

UM Metro – Menjelang libur hari raya terbesar umat muslim kedua yakni Idul Adha, berbagai elemen lembaga tunjukkan sikap antusias terutama para pelajar yang menjalankan Program Full Day School.

Tak ayal Program Full day school yang saat ini banyak mengalami pro dan kontra di masyarakat, menyebabkan banyak sekolah-sekolah khususnya di Kota Metro ikut mengabaikan program baru yang dicetuskan pemerintah Indonesia di tahun 2017 tersebut. Program FDS ini menuntut para guru agar lebih siap merencanakan pembelajaran dalam mendidik siswa.

Berangkat dari buah fikiran yang dikutip langsung dari Prof. Dr. H Arief Rachman, M.Pd dalam Seminar Nasional Pendidikan yang dihelat FKIP UM Metro pada Sabtu (12/8/17) minggu lalu yang menegaskan sikap guru “Harus Tahan Banting”, mahasiswa FKIP UM Metro yang sedang menjalani PPLT-Tematik di SMK Muhammadiyah 2 Metro terapkan program Berkolaborasi untuk Siswa Adopsi Lesson Study yang disingkat dengan “BUS Als” untuk mengkaji praktik pengajaran yang dilaksanakan, Senin (21/8/17).

Seperti yang diketahui bahwa SMK Muhammadiyah 2 Metro saat ini sedang dalam proses pengembangan profesi yang dilaksanakan oleh guru dengan cara menguji/meneliti praktik pembelajaran mereka secara sistematis.

Melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif Mahasiswa PPLT UM Metro bersama DPL FKIP UM Metro, Bpk. Agil Lepiyanto, M.Pd dan Ibu Aulia Hanifah Qomar, M.Pd berserta Guru Pamong SMK Muhammadiyah 2 Metro resmi luncurkan program yang berfokus pada pelaksanaan lesson study.

BUS ALs ini merupakan aktifitas siswa di kelas yang berhubungan dengan aktivitas guru selama mengajar yang berimbas pada tiga aspek keberlangsungan proses pembelajaran antara guru dan siswa seperti Plan, Do dan See.

Agil Lepiyanto, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang ditunjuk memaparkan bahwa Plan (perencanaan pembelajaran) yang dimaksud adalah kegiatan yang dilakukan secara kolaboratif antara Mahasiswa PPLT-Tematik, Dosen Pembimbing Lapangan dan Guru Pamong.

Sementar Do (Pelaksanaan dan Pengamatan Pembelajaran) merupakan bentuk aplikasi plan itu sendiri. Menurutnya Do ini beranjak dari perangkat pembelajaran yang telah disiapkan sebelumnya (baca: kegiatan Plan) untuk diterapkan dalam kelas selama proses pembelajaran berlangsung yang dipraktekkan oleh Mahasiswa PPLT dengan pengawasan Guru Pamong, Dosen Pembimbing Lapangan dan mahasiswa lain yang serumpun sebagai observer.

“Setelah melaksanakan pembelajaran dan pengamatan seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pengamatan, tahapan yang terakhir adalah melakukan refleksi untuk mendiskusikan pembelajaran yang dikaji guna menyempurnakan untuk dirancang di pembelajaran berikutnya,” tegas Kepala Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UM Metro tersebut. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan