Ironi yang Paling Ironis

Ironi yang Paling Ironis

Laman Opini UM Metro – Sekali lagi Prof. Mahfud MD menyadarkan kita tentang bahaya ambisi sebuah jabatan. Hikmah terpenting untuk kita: “Jangan titipkan kemuliaan agama kepada orang yang berambisi jabatan”.

Semula banyak orang yang beranggapan bahwa jabatan adalah alat strategis untuk menyebarkan ideologi atau faham tertentu. Namun, untuk banyak kasus di Indonesia faktanya terbalik. Jabatan menjadi bumerang dan kontra produktif terhadap “kemuliaan” suatu paham yang ingin dibelanya.

Sebabnya hampir sama, banyak orang, bahkan selevel  orang yang dianggap atau mendapuk dirinya memiliki pemahaman agama yang mendalam sekalipun seringkali kalah oleh gemerlap jabatan itu sendiri yang  diperolehnya dengan sejuta cara yang menabrak rambu-rambu agama. Alih-alih akan berperan sebagai pencerah faham yang dibawanya, malah merusak kemuliaah faham yang dibawanya.

Bahkan, begitu menohok nurani, fakta-fakta yang dipaparkan oleh Prof. Mahmud banyak terjadi di dunia kampus,  Garda terdepan pengawal peradaban bangsa. Miris, karena banyak orang telah terdzolimi oleh pejabat yang tidak seharusnya menjabat. Tentu  ini ironi yang paling ironis. Tapi begitulah, ironi akan terus terjadi dan ada dimana-mana ketika Agama hanya diatasnamakan. Ketika orang berbuat atas nama agama dan bukan untuk agama.

Penulis Dr. Achyani, M.Si.

Simak Cuplikan Pernyataan Prof. Mahfud MD yang Berbicara Soal OTT Ketua Umum PPP Oleh KPK di ILC (19/3/2019) di sini.