Ingin Tambah Guru Besar, BPH Undang Doktor UM Metro dalam Acara Silaturahim dan Motivasi Menjadi Guru Besar
- 31 Mei 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Keinginan Universitas Muhammadiyah Metro untuk menambah jumlah guru besar sudah tidak bisa dibendung lagi. Sebagian dari puluhan dosen yang bergelar doktor dirasa telah memenuhi kriteria untuk menuju guru besar tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Badan Pembina Harian dalam acara Silahturahim dan Motivasi Menjadi Guru Besar, bertempat di ruang rapat gedung E kampus I UM Metro, Kamis (31/5/18).
Menurut keterangan yang disampaikan dari BPH UM Metro, saat ini UM Metro merupakan PTS yang paling banyak memiliki guru besar di wilayah Lampung di mana jumlah guru besar yang ada di PTS di wilayah Lampung hingga saat ini berjumlah 6 orang, 3 dari 6 orang tersebut merupakan guru besar milik UM Metro.
“Secara jumlah kita unggul, jumlah guru besar di PTS di wilayah Lampung ada 6, kita punya 3 dari 6 tersebut. Namun BPH berkeinginan untuk menambah jumlah guru besar di lingkungan UM Metro. Sehingganya dengan adanya acara silahturahim dan motivasi menjadi guru besar ini dapat membantu Bapak/Ibu agar kembali memiliki ghirah tersebut,” jelasnya.
Tidak tanggung-tanggung, guna memotivasi dan memfasilitasi doktor UM Metro menuju guru besar, BPH UM Metro menghadirkan tiga pemateri yang merupakan guru besar di wilayah Lampung yakni Prof. Dr. Karwono, M.Pd., Prof. Dr. Juhri AM, M.Pd. dan Prof. Dr. Yurnalis Etek.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Karwono, M.Pd. menjelaskan bahwa kendala yang sering terjadi hampir di perguruan tinggi dalam menuju guru besar adalah sulitnya mempublikasikan hasil penelitian ke dalam jurnal internasional bereputasi.
“Memang kendala besar yang sering terjadi selama ini adalah terbentur pada jurnal internasional bereputasi. Sehingga hal ini memperhambat kinerja dosen yang sudah berstatus lektor kepala menuju guru besar,” ujarnya.
Guru besar sekaligus Rektor UM Metro ini menegaskan bahwa upaya rektorat dalam mengentaskan permasalahan tersebut adalah dengan dibentuknya Unit Publikasi Ilmiah yang menunjuk salah seorang yang profesional di bidangnya.
“Mengingat sulitnya dalam menembus jurnal internasional yang bereputasi tersebut, maka kami sengaja menunjuk seseorang yang memiliki keahlian khusus untuk memfasilitasinya yakni Unit Publikasi Ilmiah, Bapak Eko Santoso, M.Pd. Nanti beliau yang akan bantu tulisan-tulisan Bapak, beliau akan mencarikan link ke sana. Hal Ini kami lakukan semata-mata sebagai wujud kepedulian dan kebijakan pihak rektorat,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Juhri AM, M.Pd. menambahkan bahwa dosen UM Metro ia nilai telah memiliki kompetensi yang memadai untuk menuju guru besar. Menurutnya saat ini salah satu dosen UM Metro telah memiliki dua hak paten yang ini ia naksir belum dimiliki oleh Perguruan Tinggi di Wilayah Lampung.
“Saya lihat kompetensi Bapak/Ibu cukup luar biasa, ini ditinjau dari kebersaingan Bapak/Ibu dalam meraih dana hibah bersaing dengan perguruan tinggi lain. Bahkan ada hal yang tidak dimiliki oleh Perguruan Tinggi lain yang itu ada di tempat kita yaitu dengan adanya dua hak paten yang menjadi milik pak Agus Sutanto,” tukasnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro ini juga menerangkan, kesulitan yang sering dikeluhkan oleh kebanyakan orang lantaran mereka belum mencoba.
“Sesungguhnya menulis di jurnal internasional itu kelihatannya sulit, tapi kalo Bapak/Ibu mencoba, nanti akan mudah. Seperti misalnya dengan HAKI, dulu HAKI dirasa sangat sulit sekali. Namun setelah diterobos oleh Dr. Ihsan, ternyata saya aja yang sudah begini bisa dengan mudah memperolehnya,” paparnya.
Lebih lanjut, ia memotivasi dosen UM Metro yang bergelar doktor untuk terus berusaha, di mana menurutnya apabila ada kemauan maka akan melahirkan banyak jalan. Belum lagi Unit Publikasi Ilmiah akan membantu menyalurkan karya tulis milik dosen tersebut untuk diterbitkan di Jurnal Internasional Bereputasi.
“Kuncinya yang penting kita harus punya komitmen, yakin, terus berusaha, terus bekerja, saya pikir itu bisa. Yang penting kalo Bapak/Ibu ada penelitian, artikelnya dibuat dulu lalu, kalo nanti dirasa susah dapat meminta bantuan unit publikasi ilmiah sebagaimana yang dipaparkan oleh Prof. Karwono tadi,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.