Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah, SMAN 1 Seba Siap Sulap TPA Jadi Tempat Nyaman

Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah, SMAN 1 Seba Siap Sulap TPA Jadi Tempat Nyaman

Dua dosen Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro berkesempatan menjadi narasumber pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan melalui Pengelolaan Sampah” bersama 300 pelajar kelas X dan puluhan guru SMAN 1 Seputih Banyak (Seba), Kamis (29/9/2022).

Direktur PPs UM Metro Dr. Agus Sutanto, M.Si. bersama dengan Dr. Hening Widowati, M,Si., Zaini Abrori, S.Pd (Tim penelitian Payung), dan Halif Lazuarsyah mengawali silaturahim dengan Kepala Sekolah I Made Sulatra, M.Pd. sekaligus memberikan cindera mata UM Metro serta produk PT. Pumahitari berupa buku dan produk Pumakkal. Kedatangan tim disambut meriah oleh guru dan siswa di aula SMAN 1 Seba.

Dr. Agus memaparkan pentingnya diri sendiri bertanggungjawab pada sampahnya sendiri.

“Sampahku-tanggung jawabku adalah slogan yang tepat untuk kita terapkan di kehidupan sehari-hari, dengan pengorganisasian-pengolahan pemanfaatan sampah/limbah. Meminimalkan sampah salah satu cara dimulai dari diri sendiri, rumah, sekolah dan tempat kerja kita. Mengambil makan secukupnya, menghabiskan makan yang diambilnya sendiri adalah salah satu bentuk tanggungjawab tersebut,” kata Agus.

Menurutnya semua agama tentu mengajarkan agar tidak berbuat mubazir.

“Nasi, sayur, lauk yang kita makan, melalui jalan panjang dan melibatkan begitu banyak pihak sampai siap kita makan. Pengelolaan sampah organik bisa kita manfaaatkan menjadi pupuk kompos maupun pupuk cair. Pembuatan kompos melalui teknik takakura, kompos karung, biopori, sedangkan limbah cair cukup kita tampung dalam botol ditambah gula atau molase sebagai nutrisi bakteri dan tambah starter semisal Pumakkal sehingga bahan-bahan limbah cepat terurai,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Dr. Hening yang menilai banyaknya sampah yang bisa didaur ulang.

“Limbah anorganik, plastik, steroform, kaleng di samping didaur ulang, bisa untuk dipilah. Misalnya botol air kemasan dipilah tutup, label dan botolnya. Botol diisi berbagai limbah plastik, jika penuh botol diremas/dipuntir sehingga tanpa celah/rongga, jika dikumpulkan menghemat tempat,” katanya.

Begitu juga botol minum gelas sambungnya, pilah plastik tutupnya dan gelasnya, disusun menumpuk gelasnya, limbah anorganik yang sudah terpisah jenisnya dibawa ke pengepul sehingga harga lebih bersaing.

Sebagai tindaklanjut, beberapa siswa mengaku bersedia menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekolah menjadi bersih dengan membuat lobang sampah dan sampah organik. Bahkan tanah yang ada akan dijadikan kebun sayuran.

Siswa SMANSa Seba menginginkan TPA menjadi tempat yang nyaman untuk belajar bahkan tempat makan-makan yang nyaman.

Sekolah juga mengadakan lomba mungumpulkan sampah anorganik yang sudah dipilah sehingga menjadi kebiasaan.

Kegiatan ini direspon baik oleh sekolah. Para guru akan memberikan pendampingan di setiap kelas selama 2 bulan sampai pupuk kompos maupun pupuk cair jadi dan dihargai sebagai kegiatan workshop setara 32 JP oleh PPs UM Metro.