Ikuti Debat Konstitusi MPR RI, Tiga Debaters UM Metro Raih Juara III
- 9 Desember 2017
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
.jpg)
UM Metro – Tiga debaters Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Metro raih juara 3 dalam lomba debat konstitusi MPR RI Tingkat Perguruan Tinggi Se-indonesia Provinsi Lampung yang berlangsung di Hotel Sheraton, Bandar Lampung pada 5-6 Desember 2017 lalu.
Ketiga debaters handal yang berhasil mengharumkan nama UM Metro ini adalah Riskayati, Tria Noviantika dan Yessica Melani. Dikutip dari pernyataan Dede Setiawan, bagian tim official, bahwa ketiga debaters ini merupakan tim gabungan antara semester 1 dan semester 7 di Program Studi Ilmu Hukum.
“Debaters dari kita ada tiga orang. Dua dari semester satu, namanya Noviantika dan Yessica Melani dan satu orang lagi dari semester tujuh yakni Riskayati,” kata Dede saat melakukan wawancara di ruang Humas dan HI UM Metro, Jum’at (8/12/17).
Dede juga menyebutkan bahwa pihaknya sengaja diundang oleh pihak MPR RI dalam lomba debat konstitusi yang berlangsung dua hari tersebut. Menurutnya, tidak semua perguruan tinggi yang bisa mengikuti lomba ini, melainkan hanya perguran tinggi yang diundang saja seperti Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Lampung, Universitas Islam Negeri Raden Intan dan Universitas Bandar Lampung.
“Adapun teknis perlombaan dengan mempertemukan setiap delegasi Universitas. Masing-masing Universitas bertanding sebanyak tiga kali dengan memainkan tiga mosi pro/kontra yang di undi pada saat pertandingan,” tukas Dede.
“Delegasi Universitas yang menang akan mendapatkan nilai 2 poin, imbang 1 poin, dan kalah 0 poin,” tambahnya.
.png)
Dede juga menuturkan, pertarungan yang sengit dari masing-msing perguruan tinggi dalam memenangkan perlombaan menjadikan lomba debat konstitusi yang berlangsung di Provinsi lampung dinilai yang terbaik dari 17 Provinsi lainnya oleh 4 dewan juri yang tak lain merupakan anggota MPR RI.
“Setelah perlombaan selesai, dewan juri yang terdiri dari anggota MRP RI yang berjumlahkan 4 orang sangat mengapresiasi, karena dari 17 seleksi provinsi yang telah diselenggarakan, hasil perlombaan di Provinsi Lampung yang paling baik, mengingat terdapat score yang sama dari 3 universitas yaitu Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Islam Negeri Raden Intan, dengan perolehan nilai menang 2 kali dan kalah 1 kali,” tegas mahasiswa bimbingan Moh. Sofwan Taufiq, S.H.I,, M.Si.
Kendati demikian, lanjut Dede, untuk menentukan sang juara, keempat dewan juri akhirnya menerapkan sistem penilaian dengan melakukan kalkulasi nilai berdasarkan skor poin masing-masing perguruan tinggi yang kemudian menempatkan posisi Unila berada di urutan pertama, disusul oleh UIN Raden Intan Lampung, lalu UM Metro.
“Kemudian penghitungan nilai dilakukan dengan melihat skor poin yang diberikan dewan juri yang akhirnya Menetapkan Universitas Lampung sebagai juara pertama, penghitungan skor pula di lakukan terhadap Universitas Muhammadiyah Metro dan Universitas Islam Negeri Raden Intan tetapi hasil skor dewan juri pun masih tetap sama yang akhirnya dilakukan pengambilan nilai dari penampilan dan hasilnya menetapkan Universitas Islam Negeri Raden Intan sebagai juara 2 dan Universitas Muhammadiyah Metro sebagai juara 3,” tutur Dede.
.jpg)
Dede Setiawan mewakili ketiga debaters dan tim official lainnya menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berlatih untuk menjadi yang terbaik di lomba-lomba berikutnya. Ia menilai bahwa perjuangan yang mereka lakukan tidaklah seinstan yang dibayangkan, menurutnya mencapai sebuah keberhasilan membutuhkan sebuah proses.
“Kami sudah sangat maksimal dalam perlombaan demi mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Metro terlebih Khusus Fakultas Hukum. Jika kamu ingin bermimpi maka tidurlah, tetapi jika kamu ingin menggapai mimpi maka bangunlah, LKBH VIVA JUSTICIA !” pungkas Dede. (Al-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.