IbDM Kopi Organik UM di Srimenanti Tawarkan Penghasilan Tambahan Bagi Petani

UM Metro – Tim IbDM (Ipteks Bagi Desa Mitra) Kopi Organik UM Metro kembali adakan pelatihan di desa Srimenanti, kecamatan Air Hitam, Lampung Barat pada Kamis (13/7/17) minggu lalu. Pelatihan ini merupakan kali ketiga setelah pelatihan pengelolaan limbah kopi di bulan Mei lalu.

Namun yang berbeda dari tim IbDM Kopi Organik UM Metro yang beranggotakan Dr. Achyani, M.Si., Dr. Agus Sutanto, M.Si., Eva Faliyanti, M.Pd., Rasuane Noor, M.Sc., dan Fenny  Thresia, M.Pd. kali ini adalah berfokus pada pengontrolan kualitas pupuk yang berbahan utama kulit kopi, daun kopi dan LCN yang bekerjasama dengan kelompok tani Kopi Srimenanti.

Hal tersebut sebagaimana yang diungkapkan ketua tim IbDM Kopi Organik UM Metro Dr. Achyani, M.Si. melalui jejaring sosial pada Minggu (16/7/17) kemaren.

“Agenda utama kegiatan IbDM Kopi Organik UM Metro di pertemuan ketiga ini adalah pengontrolan kualitas pupuk yang berbahan utama kulit kopi, daun kopi dan LCN setelah selama satu setengah bulan dikomposkan (fermentasi),” terang Ketua Prodi Magister Pendidikan Biologi Pascasarjana UM Metro ini.

Lektor kepala ini juga menambahkan, berdasarkan indikator kualitas pupuk yang ditetapkan, menurutnya semua indikator sudah menunjukkan hasil pupuk yang sangat bagus.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan hasil pupuk yang sangat bagus ini mengantarkan tim IbDM Kopi Organik UM Metro untuk dapat memberikan perlakuan (treatment) menuju tahapan berikutnya yakni uji coba pengaruh pupuk tersebut terhadap 100 pohon kopi yang telah disediakan.

“Setelah hasil tersebut, kegiatan selanjutnya adalah aplikasi pupuk terhadap tanaman kopi, berupa plot percobaan berisi 100 pohon kopi. Teknik pemupukan degan cara membuat kotak ukuran 40x50x50 cm yang mengelilingi setiap pohon kopi,” tandasnya.

Menurutnya teknik uji coba kopi organik dengan pupuk dari limbah kopi tersebut bertujuan agar kopi tersebut nantinya dapat menjadi pohon kopi yang multiguna dan sesuai target. Sebagaimana tujuan awal tim IbDM Kopi Organik UM Metro yakni  membudidayakan tanaman tumpangsari di kebun kopi.

“Di atas kotak pemupukan tersebut dapat ditanami tanaman jahe merah dan cabe rawit, kemudian di bagian tepian kebun kopi ditanami nanas madu. Dengan cara tumpangsari yang tepat, diharapkan ada penghasilan tambahan untuk para petani kopi disaat menunggu masa panen kopi,” pungkasnya. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan