Hadiri Milad 106 Muhammadiyah di Lampung, Haedar Himbau Warga Kembangkan Kualitas Amal Usaha
- 12 Desember 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, M.Si. hadiri resepsi Milad 106 Tahun Muhammadiyah dengan tema “Ta’awun untuk Negeri.” Perhelatan persembahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung ini berlangsung di Graha Bhakti Pramuka Kwarda Lampung, Rabu (12/12/2018).
Dr. Haedar Nashir, M.Si. menghimbau warga muhammadiyah khususnya yang berada di wilayah Lampung untuk terus melangkah lebih jauh ke depan dalam mengenang usia 106 tahun Muhammadiyah saat ini.
“Untuk melangkah ke sana, tentu kita harus berbenah, muhasabah, refleksi diri, dan perkokoh paham Islam dalam Muhammadiyah,” himbau Dr. Haedar Nashir, M.Si. dalam tausyiahnya.
Dr. Haedar Nashir, M.Si. juga menjelaskan, jiwa, landasan, ruh, pemikiran, bingkai warga Muhammadiyah harus dipahami secara mendalam dan luas agar tidak fanatik buta, merasa benar sendiri, dan tidak salah kaprah atas nama Islam.
Ketua umum PP Muhammadiyah ini juga berpesan agar warga Muhammadiyah harus tetap menggalakkan gerakan keilmuan.
“Yang tidak kalah penting, hidupkan terus gerakan jamaah di bawah, pengurus masjid madrasah diniyah dan masyarakat di bawah untuk kita hadirkan tabligh dan dakwah yang membawa kemaslahatan. Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam harus hadir di jamaah tapi syaratnya apa? Ukhuwah. Orang Muhammadiyah juga jangan gampang kemasukan paham yang keras,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, warga Muhammadiyah perlu mengembangkan kualitas amal usaha, karena Islam yang dipahami Muhammadiyah adalah dalam bentuk dinnul amal, yakni agama dan perbuatan.
“Kita punya 173 Perguruan Tinggi, 45 Universitas, ada 12 Universitas kita yang punya Fakultas Kedokteran. 5 Institusi bahkan terlah terakreditasi A dengan total seluruh mahasiswa berjumlah 600.000 orang di seluruh Indonesia. Dengan amal usaha ini kita mampu mencerdaskan dan memajukan bangsa,” lanjutnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa warga Muhammadiyah perlu memperkokoh peran kemasyarakatan dan kebangsaan demi keutuhan bangsa dan negara.
“Kita ingin mewujudkan negara Indonesia yang adil, makmur dan beradab, serta baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. Membangun bangsa dan negara sesuai prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, keadilan dan kerakyatan. Sehingga warga Muhammadiyah harus hadir di sana juga,” tukasnya.
Sumber : m.muhammadiyah.or.id
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.