Gerakkan GENRE di MTs Muhammadiyah Metro

Persoalan kenakalan remaja di negara kita beberapa tahun belakangan ini telah memasuki titik kritis. Selain frekuensi dan intensitasnya terus meningkat, kenakalan remaja saat ini sudah mengarah pada perbuatan yang melanggar norma, hukum dan agama. Betapa sering kita dikejutkan oleh berita-berita kenakalan remaja yang sudah kelewatan batas. Banyak remaja yang sudah memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, minum-minuman keras, berjudi, berkelahi, membuat keonaran, serta melakukan seks bebas dan mengkonsumsi narkoba.

Sebagai mahasiswa yang peduli dengan masa depan generasi penerus bangsa kami mahasiswa PPLT-TEMATIK Universitas Muhammadiyah Metro melakukan sosialisasi penyuluhan melalui program GENRE (generasi berencana) yang bertemakan “Generasi Cerdas Tanpa Narkoba dan Seks Bebas” yang berlangsung di sekolah MTs Muhammadiyah Metro pada hari kamis (7/9/17). Penyuluhan ini dilakukan di bawah bimbingan DPL ibu Eva Faliyanti, M. (Ultram online) Pd dan ibu Triana Asih, M.Pd. dengan pemateri dr. Ade Kurniawan M.A Kes, serta dihadiri oleh beberapa dosen Universitas Muhammadiyah Metro.

Seperti yang telah di sampaikan oleh dr. Ade Kurniawan M.A Kes mau tidak mau kita harus mengakui, narkoba akan menjadi bahaya tersembunyi bagi remaja dan masa depan bangsa apabila tidak dicari cara-cara penanggulangannya yang efektif dan efisien. Ada dua alasan hal tersebut bisa terjadi. Pertama, karena narkoba dapat merusak kesehatan remaja kita. Remaja yang kecanduan narkoba akan mengalami kemunduran fungsi organ tubuh dan system kekebalannya, daya fikir sangat berkurang, kehilangan minat/semangat untuk mengikuti pelajaran sehingga prestasi belajarnya akan terus menurun.

Kedua, penyalahan narkoba telah menyeret remaja pada perbuatan buruk lainnya tanpa memikirkan dampaknya lebih jauh, karena terdorong oleh kenikmatan yang sebenarnya semu sebagai efek sesaat penggunaan narkoba yang telah merasuk ketubuhnya.

Selain tentang narkoba, dr. Ade juga menjelaskan tentang seks bebas yang pada umumnya terjadi pada kalangan remaja usia antara 10-19 tahun. Hal ini dikarenakan secara kejiwaan, remaja memang mengalami fase ketidakstabilan emosional yang cenderung mengambil tindakan cepat tanpa pertimbangan yang matang. Remaja dalam perkembangannya memerlukan lingkungan adaptif yang menciptakan kondisi yang nyaman untuk bertanya dan membentuk karakter bertanggung jawab terhadap dirinya. Dampak pergaulan bebas dapat menghantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas, tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular seksual (PMS).

Dampak seks bebas sangat besar, tidak hanya berakibat terhadap diri sendiri tetapi juga keluarga dan orang sekitar, dr. Ade Kurniawan M.A Kes pun berpesan “jauhilah pergaulan bebas yang berujung pada narkoba dan seks bebas, tingkatkan keimanan sebagai benteng dari perbuatan dosa”.

Remaja adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan keluarga, masyarakat dan negara. Sebagai generasi penerus, remaja harus memiliki motivasi kuat untuk belajar dan terus belajar agar kelak mampu menjadi generasi yang tidak saja sehat, cerdas dan terampil, tetapi juga bertaqwa kepada Allah SWT, berkepribadian, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya bangsa. Oleh karena itu, membangun remaja yang bebas narkoba dan seks bebas menjadi tuntutan yang tidak bisa ditunda-tunda dan di tawar-tawar.

Kontributor: Dwi Isnanto

(benten|hum)



Tinggalkan Balasan