Gelar Lokakarya Akademik, Prodi Magister Pendidikan Biologi Rekonstruksi Ulang Desain KKL
- 18 Juli 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Dunia pendidikan adalah dunia perubahan yang terus menerus sesuai sifat dari realitas alam maupun sosial. Hal tersebut meniscayakan perkuliahan bukan hanya untuk memahami teori-teori saja, tetapi untuk berteori sesuai perubahan realitas tersebut. Pendidikan hakikatnya kegiatan yang memberikan pengalaman-pengalaman sebanyak mungkin dan perlu diingat bahwa, hanya pengalaman yang bersifat faktual dan kontekstual yang dapat menjadikan suatu proses perkuliahan bermakna bagi kehidupan mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Pendidikan Biologi, Dr. Achyani, M.Si. kepada Medium News dalam rangka mengawali Lokakarya Akademik Magister Pendidikan Biologi Tahun 2018 dengan tema “Merekontruksi Ulang Desain Kuliah Kerja Lapangan” dengan menghadirkan sejumlah dosen tetap MPB, bertempat di lantai 1 gedung Pascasarjana Kampus III UM Metro, Rabu (18/7/18).
Lokakarya Akademik yang dibuka secara resmi oleh Direktur Program Pascasarjana UM Metro, Dr. Agus Sutanto, M.Si. ini dinilai penting oleh Dr. Achyani, M.Si. guna meluruskan tujuan awal makna Praktik Lapangan atau Kuliah Kerja Lapangan yang sering digunakan oleh Perguruan Tinggi. Menurutnya, karena praktik lapangan tersebut sejatinya telah diatur dalam Peraturan Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi.
“Praktik lapangan merujuk pada Permen Ristekdikdi Nomor 44 tahun 2015 Pasal 17 (4) berbobot 170 menit/minggu/semester, sebagai kegiatan perkuliahan di alam sekitar yang dapat memberikan pengayaan atau membulatkan pengetahuan mahasiswa yang diperoleh di ruang kelas. Oleh karena itu objek, metode, dan materi praktik lapangan haruslah relevan dengan teori yang diberikan dalam perkuliahan di kelas,” ujarnya.
“Setelah lokakarya MPB tadi, kami sepakat mengubah nama KKL (Kuliah Kerja Lapangan) menjadi Praktik Lapangan Sumber Belajar Biologi (PLSBB). Karena, dalam nama Kuliah Kerja Lapangan ada kerancuan makna: kuliah sambil kerja atau magang di lapangan? Padahal maksud awalnya adalah fieldtrip,” tegasnya.
Lebih lanjut, dosen Pendidikan Biologi UM Metro ini menjelaskan bahwa dengan diubahnya KKL menjadi PLSBB tersebut maka akan disesuaikan dengan visi dan misi Prodi Magister Pendidikan Biologi yang beranjak pada enam komponen untuk memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber belajar yang aplikatif.
“Sesuai Visi dan Misi MPB, maka praktik lapangan yang dimaksud dalam lokakarya yang dibuka oleh Direktur PPs UM Metro, harus mengangkat potensi lokal. Mahasiswa ditantang bagaimana mendesain potensi lokal di Provinsi Lampung menjadi sumber belajar biologi yang aplikatif untuk pembelajaran di Perguruan Tinggi maupun sekolah. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam PLSBB adalah Jelajah Alam Sekitar (JAS) yang memiliki enam komponen : (1) Eksplorasi, (2) Proses Sains, (3) Kontruktivis, (4) Learning Community, (5) Bioedutainment, (6) Assesment Autentic. Keenam komponen tersebut sebagai frame untuk mendesain kajian sumber belajar biologi berbasis muatan lokal pada materi-materi Botani, Zoologi, Bioremediasi, Biologi lingkungan, Bioteknologi. Disepakati pula bahwa prioritas objek tujuan PLSBB, setidaknya untuk beberapa tahun mendatang, adalah di Provinsi Lampung. Lebih khusus lagi, PLSBB untuk tahun 2018 akan dilaksanakan pada sekitar pertengahan bulan Oktober dengan mengambi lokasi di Lampung Barat dan Pesisir Barat Lampung,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.