Galeri Investasi FE UM Metro Sukses Helat Sekolah Pasar Modal

UM Metro – Galeri Investasi Fakultas Ekonomi kembali menghelat sekolah pasar modal di gedung C. Lantai 3 UM Metro pada Jum’at 12 Mei 2017 kemaren.

Sekolah pasar modal yang diperuntukkan bagi masyarakat umum ini dihadiri lebih dari 38 peserta yang berlatar belakang berbeda-beda. Mayoritas dari mereka adalah kalangan mahasiswa dan dosen yang sedang memulai untuk belajar cara berinvestasi didunia pasar modal.

Dosen-dosen yang terlibat dalam pelatihan tersebut merupakan dosen Fakultas Ekonomi UM Metro diantaranya adalah Suyanto, S.E., M.Si., Ak., CA., Gustin Padwasari, S.E., M.S., Ak., Elmira Febri Darmayanti, SE., M.BA., Nina Lelawati, S.E., M.M. dan Sri Retnaning Rahayu, S.E., M.M.

Menurut informasi yang dikutip dari Fahmi Al Kahfi yang merupakan Executive Trainer BEI Lampung kemaren, Galeri Investasi yang dikelola oleh perguruan tinggi hanya ada di dua perguran tinggi di provinsi Lampung yakni di UM Metro dan Unila.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung setelah sholat jum’at ini di narasumberi oleh Hendi Prayogi,  S.E., M.Si., M.M. yang merupakan kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung.

Dalam penyampaiannya yang memukau dan mampu mencuri perhatian para peserta, Hendi sapaan akrabnya menyampaikan bahwa untuk mengenal dunia pasar modal, calon investor harus mengetahui secara mendalam apa yang disebut dengan saham, keuntungan berinvestasi dan resikonya.

Hendi mengawali pembicaraannya dengan memancing pemahaman peserta sekolah pasar modal tersebut dengan bertanya tentang saham.

“Apa itu saham? Jika laptop ini milik saya dan memang milik saya kemudian saya bawa pulang boleh nggak? Tentunya boleh. Sementara jika  laptop ini adalah laptop kantor kemudian saya bawa pulang boleh nggak? Tentunya tidak. Itulah yang disebut dengan saham yakni surat berharga atau tanda bukti kepemilikan,” paparnya.  

Pemateri muda yang mempunyai dua gelar magister ini juga menerangkan bahwa terdapat paling tidak dua keuntungan dalam membeli saham atau berinvestasi yakni deviden dan capital gain.

“Deviden adalah laba yang dibagikan perusahaan kepada kesemua pemegang saham sementara capital gain adalah suatu keuntungan atau laba yang diperoleh dari investasi dimana nilainya melebihi harga pembelian,” tegas Hendi.

Kemudian Narasumber juga membahas beberapa analisis gaya teknikal tradisional. "Saya berharap pada pertemuan selanjutnya dapat dikupas lebih jauh terkait gaya tradisional dan modern dalam analisis teknikal. (https://flooringoutletandmore.com/) Saya berharap peserta dapat membaca arah harga saham dengan tepat," tutupnya.  (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan