FORPIM AIK PTMA PP Muhammadiyah Gelar Rakornas Penguatan Standar Mutu AIK di PTMA

Palembang — Forum Pimpinan (FORPIM) Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) Pimpinan Pusat Muhammadiyah sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pimpinan AIK PTMA pada Minggu–Selasa, 8–10 Februari 2026, bertempat di Ballroom Hotel Wyndham Palembang. Kegiatan ini diselenggarakan dengan Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai tuan rumah.

Rakornas AIK menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan merumuskan langkah penguatan standar mutu AIK di lingkungan PTMA, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM), yang menandai semakin luasnya jejaring dan kolaborasi AIK lintas negara.

Perwakilan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., dalam sambutannya saat membuka Rakornas menegaskan komitmen Majelis Dikti Litbang dalam mendorong revitalisasi pembelajaran AIK di PTMA. Revitalisasi tersebut mencakup penguatan kurikulum, peningkatan kualitas dosen, serta penegasan peran AIK sebagai ruh pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.

Dalam aspek mutu, Prof. Sutrisno menekankan bahwa Majelis Dikti Litbang menetapkan standar kualitas dosen AIK yang ketat. Sekitar 70 persen dosen AIK PTMA ditargetkan bergelar doktor, memiliki sertifikasi pendidik profesional, serta menduduki jabatan fungsional akademik. Selain itu, dosen AIK juga didorong aktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi guna memperkuat kapasitas akademik dan kualitas pembelajaran.

Menurutnya, dosen AIK tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pendidik karakter, peneliti, dan penulis. AIK bahkan diposisikan sebagai uswah hasanah atau teladan ideal dalam integrasi nilai, etika, dan keilmuan di perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., menegaskan bahwa AIK merupakan fondasi ideologis dalam pembangunan PTMA. AIK dinilai tidak sekadar mata kuliah wajib, tetapi menjadi basis pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ia menekankan pentingnya pembaruan pendekatan pembelajaran AIK agar relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “AIK tidak boleh berhenti sebagai doktrin normatif, tetapi harus dihadirkan sebagai nilai hidup yang mampu menjawab persoalan nyata mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya. Oleh karena itu, digitalisasi pembelajaran AIK dinilai sebagai kebutuhan strategis untuk menjangkau generasi mahasiswa digital native.

Dalam konteks kebangsaan, AIK juga dipandang sebagai jawaban atas krisis kepemimpinan dan integritas moral. Melalui internalisasi nilai AIK, PTMA diharapkan mampu mencetak calon pemimpin masa depan yang unggul secara intelektual, berintegritas, dan memiliki keberanian moral.

Ketua Forum Pimpinan AIK PTMA, Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, M.Ed., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Kerja Sama Universitas Muhammadiyah Metro, menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Palembang sebagai tuan rumah serta Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya Rakornas ini.

Ia berharap hasil Rakornas dapat diimplementasikan secara konkret di seluruh PTMA, termasuk di Universitas Muhammadiyah Metro, serta menjadi sarana penguatan jejaring, kolaborasi, dan silaturahmi antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya dalam pengembangan AIK dan kerja sama kelembagaan.