Fasilitasi Percepatan Guru Besar, UM Metro Siap Luncurkan Unit Baru

UM Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro siap fasilitasi percepatan lektor kepala dan guru besar bagi doktor di lingkungan kampus setempat. Hal ini terungkap dalam sambutan Rektor Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd. pada Jum’at, 24 Juli 2020.

Sebagai upaya UM Metro untuk mendorong percepatan guru besar adalah dengan menunjuk operator khusus bidang input data, ungkapnya.

Jazim Ahmad juga mengaku, pihaknya akan mencarikan tim pendamping, guna mewujudkan percepatan guru besar bagi doktor di lingkungan UM Metro.

Kami juga akan mencarikan pendamping untuk memfasilitasi penulisan artikel jurnal yang menjadi kendala umum saat ini. Mudah-mudahan, dengan adanya langkah ini, mimpi kita bersama dapat terwujud,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor I bidang Akademik Dr. Agus Sujarwanta, M.Pd. Menurutnya UM Metro akan membentuk unit khusus yang akan memfasilitasi percepatan kenaikan pangkat JJA bagi para dosen UM Metro.

UM Metro berencana akan membentuk unit pusat data, yang jelas Bapak/Ibu yang akan mengurus berkas lektor, lektor kepala dan guru besar akan difasilitasi oleh unit ini. Untuk sementara unit ini akan difokuskan membantu para doktor di lingkungan UM Metro terlebih dahulu,” tandasnya.

Agus Sujarwanta memaparkan, dalam mengurus kenaikan pangkat JJA, terdapat dua cara yang dapat dilakukan dosen UM Metro.

Mengenai kebijakan naik pangkat ini sebagaimana yang tertuang dalam PO PAK 2019, jalurnya bermacam-macam, yang pertama jalur loncat. Kenapa doktor yang masih asisten ahli kita undang juga di sini, khususnya doktor baru lulus, bisa loncat dengan syarat, pengajuan (kenaikan pangkat)nya setelah 3 tahun sejak lulus,” jelasnya.

Masih dengan Agus Sujarwanta, jalur kedua yang dapat ditempuh adalah jalur umum. Artinya Bapak/Ibu yang sudah lektor 400 harus geremet ke (lektor) 550, habis itu naik lagi ke (lektor) 700 baru ke guru besar 850. Saya harap, dalam proses pengajuan kenaikan pangkat jangan lebih dua tahun. Upayakan maksimal 2 tahun sudah ngusul,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II bidang Keuangan dan Umum Suyanto, S.E., M.Si., Akt., CA., ACPA., CRA. Ikut menambahkan, doktor yang akan mengikuti program pendampingan guru besar harus menyiapkan artikel terlebih dahulu.

“Kami harapkan nanti saat pendampingan untuk guru besar khususnya, desainnya bukan hanya sekedar sosialisasi, tapi Bapak/Ibu sudah memiliki artikel, sehingga pendampingan ini benar-benar bermanfaat,” tambahnya.

Sedang kepala Lembaga Penjaminan Mutu Dr. Nyoto Suseno, M.Si. memaparkan beberapa kesalahan yang dilakukan dosen saat mengajukan kenaikan pangkat.

Ketidakterbacaan data di google scholar sering menjadi kendala dosen, berdasarkan beberapa pengalaman, banyak data orang lain ikut masuk di data kita sehingga tidak terbaca di sinta. Untuk hal ini langkah yang dapat diambil adalah membersihkan data kita di google scholar, setelah bersih maka datanya akan terbaca di sinta,” jelasnya. (Bungs/Hum)



Tinggalkan Balasan