Dua Dosen UM Metro Ikuti Bimtek Penugasan Dosen di Sekolah (PDS)
- 15 Mei 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id

UM Metro – Dua dosen Universitas Muhammadiyah Metro, Agil Lepiyanto, M.Pd. bersama rekannya Kuswono, M.Pd. ikuti Bimbingan Teknis LPTK Penerima Program Hibah Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Risek Teknologi dan Pendidikan Tinggi, bertempat di Hotel Alila, Jakarta pada Minggu – Selasa, 13-15 Mei 2018.
Untuk mewujudkan negara Indonesia yang maju, modern, demokratis, dan berkeadilan diperlukan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Sumber daya yang unggul hanya dapat dihasilkan dari pendidikan yang unggul dengan guru-guru yang unggul, dan guru-guru yang unggul hanya dihasilkan melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang unggul.
“Unsur utama pendidikan guru adalah dosen, maka dosen LPTK harus menjadi model bagi mahasiswa calon guru. Oleh karenanya, dosen harus mampu memberikan contoh baik bagi mahasiswa calon guru, dalam melaksanakan tugas keprofesiannya, termasuk strategi melaksanakan pembelajaran di kelas”. Hal tersebut disampaikan oleh Sirin Wahyu Nugroho (Kasubdit. Pendidikan Akademik Direktorat Pembelajaran) pada saat memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Revitalisasi LPTK tahun 2018 melalui kegiatan Program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) pada hari Minggu 13 Mei 2018 di Jakarta sebagaimana yang dikutip dari laman resmi belmawa.ristekdikti.go.id. pada Selasa, 15 Mei 2018.
Kegiatan Penugasan Dosen di Sekolah merupakan kegiatan yang memberikan dampak positif baik bagi LPTK maupun bagi sekolah mitra. Program Penugasan Dosen di Sekolah membutuhkan komitmen dosen untuk mengalami dan menjadi guru di sekolah mitra. Menjadi guru di sekolah bagi seorang dosen adalah hal baru. Dosen perlu menyesuaikan dengan berbagai hal yang biasa berlaku di sekolah. “Dosen yang bertugas di sekolah dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekolah yang sangat berbeda dengan tempat tugasnya di perguruan tinggi”, tegas Sirin.

Program Penugasan Dosen di Sekolah mengandung multifungsi dalam peningkatan kualitas penyiapan calon guru profesional, antara lain hilirisasi berbagai novelty LPTK ke sekolah mitra terkait dengan pesatnya perkembangan ilmu pendidikan dan teori-teori belajar, memfasilitasi dosen untuk menghayati secara langsung menjadi “guru” di sekolah mitra. “program ini dapat memperkokoh kemitraan antara LPTK dan sekolah mitra, yang muaranya untuk meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa calon guru,” ungkap Sirin.
Kegiatan Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) bertujuan (1) memberikan pengalaman bagi para dosen LPTK dalam memahami perkembangan dan karakteristik siswa, mengelola kegiatan pembelajaran yang mendidik di sekolah, dan menghayati pengalaman keseharian dan nuansa sosio-kultural sekolah; (2) menghasilkan perangkat pembelajaran kolaboratif antara dosen LPTK dengan guru sekolah mitra; (3) menciptakan pembelajaran yang bermutu dengan indikator terciptanya iklim pembelajaran yang semakin baik, perangkat pembelajaran yang semakin berkualitas, dan meningkatnya prestasi belajar siswa; (4) Menguatkan hubungan kemitraan antara LPTK dengan sekolah mitra dalam berbagai bentuk program peningkatan kualitas pembelajaran dan pelaksanaan PLP/PPL; (5) terwujudnya revitalitasi LPTK terutama dalam peningkatan kemampuan LPTK dalam menyelenggarakan pendidikan secara profesional untuk menghasilkan guru dan tenaga kependidikan yang berkualitas “Di ujung kegiatan Revitalisasi LPTK diharapkan akan tercipta lulusan yang professional dan mutu LPTK yang semakin baik”, harapnya.
Kegiatan Bimbingan Teknis Program Revitalisasi LPTK melalui kegiatan Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) diikuti oleh 179 peserta dari 89 Perguruan Tinggi penerima hibah Progam Revitalisasi LPTK 2018 melalui kegiatan Penugasan Dosen di Sekolah. (AL-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.