Dua Belas Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Metro Ikuti Konferensi Nasional Manajemen dan Akutansi di UM Jakarta
- 26 Februari 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id

UM Metro – Sejumlah dua belas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Metro ikuti Konferensi Nasional Manajemen dan Akutansi (KNEMA) 2018 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (24/2/2018).
Kedua belas dosen FEB UM Metro tersebut adalah Dr. Bambang Suhada, M.Si, Nedi Hendri, M.Si. Akt. CA, Suyanto, M.Si. Akt. CA, Jawoto Nusantoro, S.E., M.Si, Suwarto, S.E., M.M, Karnila Ali, Nina Lelawati, S. (https://www.redresins.com/) E., M.M, Didiek Wijaya Agustian, S.E.,M.M, Yulita Zanaria, M.Si.Akt.CA, Andiana Rosyid, Yateno, S.E,. M.M. dan Suryadi, S.E., M.M.
Acara yang berlangsung di Aula FEB, UMJ, Cireundeu, Tangerang Selatan, Banten ini mengangkat tema 'Penguatan Kelembagaan Bisnis: Peran Manajemen dan Akuntansi untuk Mencapai Ekonomi Berkeadilan' dengan pembicara utama (keynote speaker) Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Muliaman D. Hadad, Ph.D. yang juga mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017.
Menurut informasi yang dikutip dari tribunnews.com, KNEMA ini digelar dalam rangka memberikan masukan dan solusi bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam mewujudkan ekonomi yang berkeadilan.
Konferensi nasional ini juga menghadirkan pembicara yang bekompeten lainnya. Diantaranya Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah S.E, M.Si, Ak. CA. selaku Ketua lAl Kompartemen Akuntan Pendidik, serta Prof. Dr. Irwan Prayitno S.Psi M.Sc, Guru Besar FEB UMJ dan Gubernur Sumatera Barat.
Dekan FEB UMJ, Dr. Andry Priharta SE. M.M, mengatakan KNEMA digelar atas berbagai pemikiran. Pertama, pemerintah Indonesia mencanangkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada APBN 2018 atau lebih tinggi dari realisasi Tahun 2017 sebesar 5.1 persen.
“Target pertumbuhan yang tinggi akan percuma jika tidak diiringi dengan pemerataan sehingga akan menimbulkan ketimpangan,” ujar Dr. Andry Priharta SE. M.M
Andry mengutip Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta yang menilai idealnya setiap tahun bisa menyerap 500.000 tenaga kerja baru. Angka tersebut masih jauh dari kenyataan saat yang ini yang baru bisa menyerap 200.000-300.000 tenaga kerja.
“Inilah yang menjadi kendala untuk menurunkan angka kemiskinan di tanah air. Solusi lain adalah dengan memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dengan memberikan kemudahan bagi UMKM dalam mengembangkan usahanya,” imbuhnya.
“Dengan demikian Sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat indonesia bisa terwujud,” lanjut Dr. Andry Priharta SE. M.M.
Sebelum Seminar Nasional tersebut berlangsung, kedua belas dosen UM Metro ini juga mengikuti Workshop Metodologi Penelitian Eksperimen dan Religionis pada Jumat (23/2/2018) di Aula FEB, UMJ, Cireundeu, Tangerang Selatan, Banten.
Workshop tersebut menghadirkan trainer dari Perguruan Tinggi ternama seperti Prof. Iwan Triyuwono, Ph.D. dari Universitas Brawijaya dan Hilda Rossieta, CA. M.Comm Ph.D. dari Universitas lndonesia. (AL-Bayurie¦Hum)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.