Dr. Nyoto Suseno, M.Si. – Setiap Sekolah Hendaknya Perlu Menyusun Manual/Standar Pengelolaan Laboratorium

UM Metro – Ibarat pohon jadilah pohon kelapa yang dapat memberi manfaat disetiap bagiannya. Itulah sedikit penggambaran mengenai peran dosen yang harus memenuhi kewajibannya guna melaksanakan catur dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, pengabdian dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Hal inilah yang membawa dosen pendidikan fisika FKIP UM Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si. dan Riswanto, M.Pd. Si untuk turut terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat melalui program IbM (Ipteks Bagi Masyarakat) yang dibiayai Kemristek Dikti tahun anggaran 2016.

Menurut informasi yang dihaturkan Riswanto, M.Pd. Si sebagai anggota tim kepada tim Humas UM Metro, saat ini mereka usai  melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat tersebut di tiga sekolah di kota Metro yakni SMA Negeri 1 Metro, SMA Negeri 2 Metro dan SMA Negeri 5 Metro.

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertajuk IbM kota Metro dalam Optimalisasi Peran Laboratorium Fisika.” Kedua dosen UM Metro ini juga menyampaikan melalui program tersebut diharapkan dapat membantu pihak sekolah dalam mengoptimalkan peran laboratorium guna mendukung pembelajaran fisika yang mudah dan sistematis kedepannya.

Lebih lanjut lektor dan asisten ahli ini menginformasikan bahwa program prioritas yang dilaksanakan pada pengabdian ini adalah memberikan pendampingan dan pelatihan kepada seluruh pranata laboratorium fisika baik guru, kepala laboratorium maupun laboran mengenai sistem pengelolaan Laboratorium fisika yang efektif dan efisien. Selain itu program ini juga mengembangkan sistem inventaris yang berupa alat, bahan dan barang untuk keperluan laboratorium fisika yang berbasis website.

“Guru di sekolah sering kali enggan melaksanakan praktikum karena beranggapan kegiatan praktikum akan memakan curah tenaga dan waktu yang relatif lama,” terang Dr. Nyoto Suseno, M.Si. selaku ketua tim program IbM ini.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Nyoto Suseno, M.Si. menyarankan agar setiap sekolah hendaknya perlu menyusun manual/standar pengelolaan laboratorium yang sesuai dengan jadwal mata pelajaran sehingga praktikum tidak perlu dikerjakan di luar jam sekolah atau bahkan di sore hari kegiatan sekolah.

Riswanto, M.Pd. Si juga menambahkan bahwa website sebagai inventaris laboratorium ini sangat berguna bagi guru, siswa dan laboran dalam memantau dan mengakses alat, bahan ataupun barang apapun yang dimiliki pihak sekolah secara online. Sehingga dimanapun guru berada dapat dengan mudah menyusun panduan/program kegiatan praktikum dengan memperhatikan kepemilikan alat laboratorium secara online. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan