Dr. Mukhtar Hadi, M.Si Beberkan Tiga Kunci Menggapai Kebahagian Dunia dan Akherat
- 7 April 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. beberkan tiga kunci rahasia dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akherat saat memberikan ceramahnya dalam kajian dhuha yang berlangsung pada hari Jum’at, 06 April 2018 di Masjid Ulul Albab Kampus I UM Metro.
Ia mengungkapkan, sebuah kebahagiaan adalah hal pokok yang dicari oleh manusia khususnya kebahagiaan di dunia. Sementara umat muslim, tidak hanya dituntut untuk bahagia selama hidup di dunia, namun juga hidup di akherat.
“Ada do’a yang sering diucakan oleh Rasulullah S.A.W. yang tak pernah ketinggalan ketika beliau berdo’a. Doa itu biasa disebut oleh kaum muslim Indonesia dengan nama doa sapu jagat. Doa ini mengajarkan kita untuk meminta kebhagiaan di dunia dan akherat. Tidak ada yang meminta sebaliknya. Meski yamg di dapat tidak meski seperti itu,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip sebuah cerita yang disampaikan oleh salah satu tokoh besar Muhammadiyah yang juga merupakan ketua MUI pertama kali, Prof. Dr. Buya Hamka, bahwa sebuah kebahagiaan tidak bisa dilihat oleh pandangan mata.
“Ada sebuah cerita yang menarik dari Prof. Dr. Buya Hamka, tentang kebahagiaan. Beliau menceritakan bahwa kebahagiaan itu seperti fatamorgana, ada beberapa pemuda yang berjalan di sore hari di sebuah komplek mewah. Lalu mereka melihat ada seorang bapak tua sedang bersama istrinya yang cantik dan anak-anaknya, Bapak tersebut asyik membaca koran, sedang anaknya bermain riang, berikut dengan istrinya yang sedang menyiram tanaman,” imbuhnya.
Kemudian salah satu pemuda tersebut mengatakan, sambungnya, alangkah bahagianya Bapak itu, punya istri yang cantik, anak yang manis serta tinggal di rumah yang mewah. Namun pemuda satunya menimpali, oh belum tentu, bisa jadi saat ini ia sedang stres memikirkan hutangnya yang mulai menumpuk di Bank akibat pinjaman atas barang yang ia miliki atau kredit yang harus ia lunasi dan hal lainnya, karena bahagia tidak bisa dilihat, hanya dia yang bisa merasakannya.
“Melihat kebahagiaan hanya seperti melihat fatamorgana, seakan-akan ia ada, namun saat dihampiri ia pun tak ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, untuk mencari kebahagiaan yang hakiki, cukup dengan tiga cara. Tiga cara inilah menurutnya yang akan menghantarkan seseorang yang beriman dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akherat.
“Kalo Bapak/Ibu ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akherat. Maka amalkanlah tiga perkara ini. Perkara yang pertama Bapak/Ibu harus ikhlas, baik dalam niat maupun beramal. Bapak/Ibu tidak akan kecewa ketika pimpinan tidak menghargai kinerja Bapak/Ibu sekalian, dikarenakan ada unsur ikhlas lillahitallah didalamnya,” ucapnya.
Lalu yang kedua, lanjutnya, kunci mencapai kebahagiaan dunia dan akherat adalah qanaah (merasa cukup). Jika Bapak/Ibu senantiasa merasa cukup maka itulah kebahagiaan yang hakiki. Karena sejatinya manusia itu tidak akan pernah merasa puas atas apa yang ia miliki. ‘Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438).’
“Dan yang terakhir adalah Tasyakur. Selalu bersyukur atas apa saja yang Allah berikan. Ia tidak akan mengeluh atas rezeki yang ia dapatkan. [Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim no.7692)],” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.